Rabu, 29 April 2026

Kisah Tragis Bocah Kelas 2 SD Mendadak Buta Permanen Gegara Ortu Selalu Beri Makanan Cepat Saji

Seorang bocah kelas 2 SD ini mengalami nasib tragis kehilangan penglihatannya karena pola konsumsi makanan yang tidak sehat

Tayang:
Editor: Hilda Rubiah
Kolase TribunTrends/via Alodokter
Ilustrasi seorang bocah kelas 2 SD buta karena sering konsumsi makanan cepat saji 

TRIBUNJABAR.ID - Seorang bocah kelas 2 SD ini mengalami nasib tragis kehilangan penglihatannya.

Bukan karena kecelakaan, kebutaan yang dialaminya itu karena pola konsumsi makanan yang tidak sehat.

Nasib ini dialami bocah SD di Malaysia.

Anak tersebut diketahui mengonsumsi makanan olahan secara berlebihan, seperti nugget dan sosis, yang menjadi bagian utama dari pola makannya sehari-hari.

Belakangan kisah tragisnya itu mencuat ke publik melalui unggahan viral di Facebook yang dibagikan oleh seorang pengguna bernama Erna Nadia.

Baca juga: Kisah Dika Bocah Yatim Piatu di Bekasi Hidup Telantar di Jalanan, Keberadaannya Dicari Teh Novi

Dalam unggahannya, Erna menjelaskan bahwa kebutaan yang dialami anak tersebut bukanlah akibat konsumsi makanan olahan sesekali, melainkan dampak dari kebiasaan pola makan yang sepenuhnya bergantung pada makanan olahan sejak kecil.

Pola makan ini menyebabkan defisiensi nutrisi yang parah, hingga akhirnya berdampak serius pada kesehatan anak tersebut, termasuk fungsi penglihatannya.

"Dia hanya diberi makanan olahan seperti nugget, sosis, dan kue, sejak lahir hingga sekarang, ketika dia baru di kelas 2," tulis Erna. 

Anak tersebut sempat bertanya kepada gurunya mengapa ia tidak bisa melihat, sebuah pertanyaan yang mengungkapkan betapa besarnya kebingungannya.

Setelah beberapa waktu, anak itu akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tak Bisa Ditolong

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kebutaan total yang dialaminya disebabkan oleh kekurangan vitamin A, suatu kondisi yang sebelumnya tidak disadari oleh orang tua maupun pihak sekolah.

Sayangnya, kerusakan yang terjadi pada penglihatannya sudah bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki meski dengan pengobatan.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin A yang optimal, disarankan untuk mengonsumsi berbagai sumber makanan yang kaya akan vitamin A, seperti sayuran hijau berdaun, buah-buahan berwarna oranye dan merah seperti wortel dan mangga, serta sumber protein hewani seperti daging, produk susu, dan ikan berlemak seperti salmon.

Pola makan yang kaya akan makanan bergizi ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, serta menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Baca juga: Viral, Curhatan Siswa SD di Nias Sebut Guru Tak Mengajar 1 Bulan, Bongkar Kondisi Miris Sekolahnya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved