Selasa, 5 Mei 2026

Rest Area Puncak Bogor Sepi Pengunjung, Pedagang Curhat Pilu Sampai Tak Dapat Uang Sama Sekali

Meski kini dipindahkan ke Rest Area Gunung Mas, ternyata para pedagang kaki lima (PKL) kawasan Puncak Bogor masih mendapat keluhan.

Tayang:
Editor: Hilda Rubiah
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Kondisi Rest Area Gunung Mas Puncak Bogor, para pedahang kaki lima (PKL) curhat pilu sepi pengunjung, Kamis (16/1/2025). Para pedagang curhat pilu 

TRIBUNJABAR.ID - Sejak ditertibkan, warung-warung pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang pinggiran jalan Kawasan Puncak Bogor telah dipindahkan.

Kini mereka berdagang menempati Rest Area Gunung Mas yang berada di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Meski kini berada di tempat yang lebih nyaman, ternyata para PKL masih mendapat keluhan.

Hal itu lantaran kondisi Rest Area Gunung Mas tersebut belum optimal.

Bahkan pedangan mengeluh kini kondisi warungnya sangat sepi dari pengunjung yang singgah.

Baca juga: Pedagang Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Menjerit, Pemkot Naikkan Tarif Retribusi padahal Pasar Kumuh

Kios-kios pedagang yang telah ditata rapi dengan dilengkapi oleh lampu hias kelap-kelip pun nampaknya belum mampu menjadi daya tarik.

Terlihat para pedagang hanya terduduk di kiosnya masing-masing menunggu pengunjung yang datang.

Salah satu pedagang, Dede Suhardi mengungkapkan bahwa penjualannya di rest area belum stabil.

"Penjualannya masih belum merata, ada yang udah stabil ada yang belum, kebanyakan sih yang belum, memang kondisinya seperti ini masih sepi belum ada peningkatan selama enam bulan ini," ujarnya, Kamis (16/1/2025).

Dari pantauan TribunnewsBogor.com, dari ratusan kios yang ada di rest area tersebut lebih didominasi oleh kios yang tutup.

Pria berusia 44 tahun itu menyebut penyebab kios yang tutup tersebut tak lain karena dipengaruhi oleh sepinya pengunjung.

Ia pun mengibaratkan kondisi rest area yang saking sepinya dari pengunjung dapat dihitung menggunakan jari.

"Bisa diitung jari lah, akhir pekan cuma malam minggu sama hari minggu, tapi itu juha engga menentu, agak lebih meningkatlah dari yang biasanya," terangnya.

Baca juga: Pedagang Tahu Gejrot Keliling di Cirebon Keluhkan Harga Cabai yang Meroket dalam 2 Minggu Terakhir

Karena sepinya pengunjung, kata dia, secara otomatis berpengaruh terhadap pendapatannya yang menjajakan makanan dan minuman.

Penghasilannya pun menurun drastis dibandingkan saat dirinya masih berjualan di pinggir Jalan Raya Puncak.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved