Rest Area Puncak Bogor Sepi Pengunjung, Pedagang Curhat Pilu Sampai Tak Dapat Uang Sama Sekali
Meski kini dipindahkan ke Rest Area Gunung Mas, ternyata para pedagang kaki lima (PKL) kawasan Puncak Bogor masih mendapat keluhan.
TRIBUNJABAR.ID - Sejak ditertibkan, warung-warung pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang pinggiran jalan Kawasan Puncak Bogor telah dipindahkan.
Kini mereka berdagang menempati Rest Area Gunung Mas yang berada di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Meski kini berada di tempat yang lebih nyaman, ternyata para PKL masih mendapat keluhan.
Hal itu lantaran kondisi Rest Area Gunung Mas tersebut belum optimal.
Bahkan pedangan mengeluh kini kondisi warungnya sangat sepi dari pengunjung yang singgah.
Baca juga: Pedagang Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Menjerit, Pemkot Naikkan Tarif Retribusi padahal Pasar Kumuh
Kios-kios pedagang yang telah ditata rapi dengan dilengkapi oleh lampu hias kelap-kelip pun nampaknya belum mampu menjadi daya tarik.
Terlihat para pedagang hanya terduduk di kiosnya masing-masing menunggu pengunjung yang datang.
Salah satu pedagang, Dede Suhardi mengungkapkan bahwa penjualannya di rest area belum stabil.
"Penjualannya masih belum merata, ada yang udah stabil ada yang belum, kebanyakan sih yang belum, memang kondisinya seperti ini masih sepi belum ada peningkatan selama enam bulan ini," ujarnya, Kamis (16/1/2025).
Dari pantauan TribunnewsBogor.com, dari ratusan kios yang ada di rest area tersebut lebih didominasi oleh kios yang tutup.
Pria berusia 44 tahun itu menyebut penyebab kios yang tutup tersebut tak lain karena dipengaruhi oleh sepinya pengunjung.
Ia pun mengibaratkan kondisi rest area yang saking sepinya dari pengunjung dapat dihitung menggunakan jari.
"Bisa diitung jari lah, akhir pekan cuma malam minggu sama hari minggu, tapi itu juha engga menentu, agak lebih meningkatlah dari yang biasanya," terangnya.
Baca juga: Pedagang Tahu Gejrot Keliling di Cirebon Keluhkan Harga Cabai yang Meroket dalam 2 Minggu Terakhir
Karena sepinya pengunjung, kata dia, secara otomatis berpengaruh terhadap pendapatannya yang menjajakan makanan dan minuman.
Penghasilannya pun menurun drastis dibandingkan saat dirinya masih berjualan di pinggir Jalan Raya Puncak.
| Soal Pasutri di Pangandaran Curhat ke KDM dan Hotman Paris, Propam Polres Turun Tangan |
|
|---|
| 11 Kios PKL di Cicadas Bandung Dibongkar Satpol PP, Lokasinya Bakal Jadi Koridor BRT |
|
|---|
| Alami Penurunan, Penyaluran MinyaKita ke Pengecer di Jabar Capai 12.100 Ton Hingga Akhir April 2026 |
|
|---|
| Terungkap, Enjang Sang TNI Gadungan Tak hanya Tipu Pedagang Telur di Sumedang, Beraksi di 7 Daerah |
|
|---|
| Temuan BPK di Pangandaran: Proyek Relokasi Pedagang Rp50 Miliar Kini Terbengkalai dan Kumuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-para-pedagang-kaki-lima-PKL-di-Rest-Area-Gunung-Mas-Puncak-Bogor-sepi-pengunjung.jpg)