Waspada! Kasus DBD di Cimahi Tahun 2024 Meroket Tajam, Ada 6 Kasus Kematian
cuaca yang tidak menentu dinilai menjadi faktor utama meroketnya kasus DBD di Kota Cimahi tahun 2024.
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan kontributor Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Cimahi tahun 2024 meningkat drastis dibandingkan dengan tahun 2023. Bahkan angka kenaikan kasus meningkat lebih dari 100 persen.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini mengatakan bahwa ada 363 kasus DBD di tahun 2023 dan 822 di tahun 2024.
"Jumlahnya memang tahun 2024 ada peningkatan dibandingkan tahun 2023. Dan kasus meninggalnya juga meningkat, tahun 2023 ada 2 kasus meninggal dunia dan 6 kasus kematian di tahun 2024," kata Dwihadi, Jumat (10/1/2024).
Dwihadi mengungkapkan, cuaca yang tidak menentu dinilai menjadi faktor utama meroketnya kasus DBD di Kota Cimahi tahun 2024.
"Perubahan iklim, karena bukan di Cimahi saja peningkatan kasusnya. Kemudian cuaca juga karena kadang turun hujan, kemarau lagi. Biasanya itu memicu munculnya genangan air," ungkapnya.
Selain melakukan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Dinkes Kota Cimahi juga menyarankan masyarakat Kota Cimahi menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk mulai dari bunga lavender, daun siri dan daun mint.
Kemudian, Dwihadi juga menyarankan agar masyarakat memelihara ikan cupang, mujair, mas dan sebagainya di bak penampungan air yang sulit dijangkau. Sebab, keberadaan berbagai jenis ikan itu akan menghambat perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegypty.
"Kita anjurkan menanam tanama yang bisa mengusir nyamuk. Contoh bunga lavender, daun siri, daun mint. Ikan cupang atau ikan lainya juga adalah pemakan jentik. Jadi bisa buat pencegahan dari mulai jentiknya agar tidak berkembangbiak jadi nyamuk penyebab DBD," pungkasnya.
| Viral Geng Motor Brutal di Cimahi, Hajar Korban di Tengah Jalan hingga Rampas Barang Berharga |
|
|---|
| Harga Kedelai Naik, Produsen Tempe di Cimahi Perkecil Ukuran agar Harga Tempenya Tak Ikut Naik |
|
|---|
| Harga Kedelai Impor Naik Bikin Produksi Tempe di Cimahi Turun 30 Persen |
|
|---|
| Fakta Pilu di Balik Kematian Lansia di Kontrakan Cimahi, Hidup Sendiri dengan Penyakit Komplikasi |
|
|---|
| Kronologi Penemuan Jasad Kuraesin di Cipageran Cimahi: Tetangga Curiga Lampu Mati Selama Seminggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-nyamuk-gigit.jpg)