Bappenas Beri Apresiasi kepada Perusahaan yang Peduli Lingkungan dan Ekosistem Pantai
Salah satu stategi percepatan pencapaian target-target SDGs ialah dengan melibatkan peran semua pihak termasuk peran swasta - perusahaan dan warga.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melaporkan capaian SGDs tahun lalu yang sebesar 62,5 persen dari 222 indikator SDGs yang sudah sesuai target.
Capaian itu lebih baik dibanding rata-rata negara di tingkat global sebesar 17 persen dari target SDGs yang sesuai target, dengan perkiraan seluruh target SDGs akan tercapai 32 tahun lagi, apabila tak ada upaya transformasi untuk mempercepat pencapaian target-target tersebut.
Adapun salah satu stategi percepatan pencapaian target-target SDGs ialah dengan melibatkan peran semua pihak termasuk peran swasta - perusahaan dan masyarakat.
Ketua Umum Corporate Forum for CSR Development (CFCD), Thendri Supriatno, menyampaikan program SDGs perusahaan merupakan aktivitas perusahaan yang sangat strategis dalam memastikan keberlanjutan perusahaan. Sehingga, ajang apresiasi terhadap program tersebut sangatlah penting untuk dilakukan.
"Apresiasi baik program penghargaan ISDA akan dilaksanakan dalam sebuah rangkaian acara yang sama. Sebagai apresiasi diberikan kepada dunia usaha termasuk lembaga mitra perusahaan yang memiliki program atau aktivitas dalam upaya pemenuhan tanggung jawab sosialnya dan kontribusi dalam pencapain tujuan SDGs 2030, dan salah satu perusahaan swasta yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup, yakni QNET," ujarnya, Jumat (10/1/2025).
Menurutnya, QNET mendapatkan gold dari ajang penghargaan ternama yang sangat fokus terhadap kegiatan CSR. ISDA Award 2024 memberikan pengharagaan kategori gold kepada program penanaman bakau di pesisir pantai Bali yang QNET lakukan bersama Kodim 1611 Badung Bali.
GM QNET Indonesia, Ganang Rindarko mengaku apa yang telah dicapai ini sesuatu yang luar biasa. Dia menambahkan, penanaman bakau di Pantai Bali ini bagian dari program yang dinamakan The QNET Green Legacy, yaitu program reboisasi global QNET yang diluncurkan pada 2021.
"Sejauh ini, kami sudah menanam puluhan ribu bakau di berbagai negara, seperti Kenya, Filipina, UEA, Aljazair, Turki, Rusia, Mesir, Maroko, Malaysia, dan Indonesia. Jadi, apresiasi dari ISDA, tentu bisa memotivasi kami untuk terus menanam bakau di pantai, baik itu di Bali maupun di pantai lain dengan tujuan utama mengurangi abrasi dan meningkatkan ekosistem serta pariwisata pantai. Kami ingin terus menjaga dan menghijaukan pantai melalui The QNET Green Legacy," ujarnya.(*)
| Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub |
|
|---|
| Komisi IX DPR Sebut Makan Bergizi Gratis Membangun Ekosistem Ekonomi Lokal |
|
|---|
| Kemenkum Jabar Selaraskan Program Kekayaan Intelektual 2026 Bersama DJKI |
|
|---|
| BSI Targetkan Penambahan 1.000 Kerjasama Pesantren Hingga Akhir Tahun |
|
|---|
| Perkuat Ekosistem KI, Kemenkum Jabar Dorong Revisi UU Merek Demi Adaptasi Era Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Perusahaan-swasta-yang-berkontribusi-dalam-meningkatkan-kualitas-hidup.jpg)