Rabu, 13 Mei 2026

Libur Tahun Baru di Sumedang, Serunya Berenang di Mata Air Cikandung yang Jernih dan Dingin

Gunung api tidak aktif, Tampomas, di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, membawa berkah untuk warga di sekitarnya. 

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Pengunjung tengah berenang di mata air Cikandung di Desa Nyalindung, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Rabu (1/1/2025).  

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sumedang, Kiki Andriana 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Gunung api tidak aktif, Tampomas, di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, membawa berkah untuk warga di sekitarnya. 

Air jernih banyak mengalir dan bermanfaat untuk kehidupan manusia di sekitar gunung itu. Ada air terjun, ada pula mata air Cikandung yang dijadikan destinasi wisata. 

Pada libur tahun baru 2025 ini, masyarakat berenang di kolam mata air Cikandung. Lokasinya di Dusun Cikandung 2, Desa Nyalindung, Kecamatan Cimalaka, Kebupaten Sumedang

Menurut pantauan TribunJabar.id, Rabu (1/1/2025), banyak orang berenang di kolam yang lumayan luas itu. Mulai dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak. Kedalaman kolam pada musim penghujan ini sekitar 1,5 meter. Jika pada musim kemarau, terkadang air sedikit turun elevasinya. 

Baca juga: 10 Agenda Kota Bandung 2025 yang Wajib Ditunggu, Mulai dari Konser, Festival Kuliner hingga Fashion

Yayan Sofian, pengelola kolam mata air Cikandung, mengatakan, mata air itu ada sejak lama. Namun baru dibuka sebagai lokasi wisata pada 2017 oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Nyalindung, dengan legalitas peraturan desa (perdes). 

"Ada tujuh mata air yang ada di dasar kolam, mata air ini ada di sela-sela bebatuan," katanya. 

Dia mengatakan, setiap Sabtu-Minggu pada pekan biasa, pengunjung paling banyak sekitar 500 orang.

Pada pekan liburan sekolah, Natal, dan tahun baru 2025 ini, pengunjung yang datang empat kalinya, yaitu sekitar 2.000 orang. 

"Paling jauh dari Bekasi, Indramayu, Jakarta, termasuk Kuningan, Garut," katanya. 

Air di kolam mata air Cikandung sangat jernih. Air ini tertampung menjadi kolam dan sekaligus menjadi hulu Sungai Cikandung. Air Sungai Cikandung akan mengalir ke sungai besar, Sungai Cupunagara. 

Sungai Cupunagara bermata air di Cipabeasan, Cisalak, Subang.

Baca juga: Dony Sebut Wisata Jatigede Sumedang Akan Makin Ramai Kalau Jalan Provinsi Diperlebar

Lalu mengalir ke laut utara Jawa melewati Indramayu. Air ini juga yang dibendung menjadi bendungan Sadawarna di Subang-Sumedang. 

Berenang di kolam mata air Cikandung, untuk anak-anak dibatasi waktunya hanya 15 menit. Hak itu dilakukan karena suhu air yang dingin. Remaja boleh lebih lama, 30 menit. 

Untuk berenang di lokasi ini, cukup membayar tiket Rp 4.000. Perinciannya, uang tiket Rp 3.000 dan asuransi Rp 1.000.

Kolam mata air Cikandung juga dijaga petugas keamanan yang memanai, bekerja sama dengan polsek dan koramil. 
 
"Termasuk yang memantau renang (lifeguard), ada empat orang," katanya. 

Gunawan (40), seorang pengunjung, membawa serta keluarganya ke kolam mata air Cikondang. Dia sengaja dari Kota Bandung ke lokasi wisata itu untuk berenang, selain juga untuk berkunjung ke keluarganya yang ada di sekitaran Cimalaka

"Yang seperti ini tidak ada di Bandung. Murah juga wisata di sini," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved