Pria Tewas Setelah Lompat dari Tower di Babakan Ciparay Bandung, Terungkap Kondisi Kejiwaannya

Seorang pria berinisial SS (38) ditemukan tewas setelah melompat dari tower seluler setinggi sekitar 30 meter di Bandung.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Giri
Kompas
Ilustrasi - SS (38) tewas setelah melompat dari tower seluler setinggi sekitar 30 meter di Jalan Soekarno Hatta, Gang Lumbung IV, Kelurahan/Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Senin (30/12/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seorang pria berinisial SS (38) ditemukan tewas setelah melompat dari tower seluler setinggi sekitar 30 meter. Lokasi kejadian di Jalan Soekarno Hatta, Gang Lumbung IV, Kelurahan/Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Peristiwa itu terjadi Senin (30/12/2024), sekitar pukul 04.20 WIB.

Kapolsek Babakan Ciparay, Kompol Kurniawan, mengatakan, saksi Beni Darsono saatt itu sedang berjualan di Pasar Induk Caringin Blok H. 

Dia melihat sejumlah orang berlarian dan berteriak-teriak disebabkan ada orang yang naik tower seluler dan mencoba mengakhiri hidupnya. Kemudian, saksi pun ingin tahu dan datang pula ke TKP. 

Ketika di sana, kata Kapolsek, ternyata telah banyak warga yang menyaksikan.

Baca juga: Pilu Bayi di Jakbar Meninggal dan Ditinggal Ortu di Rumah Sakit, Sempat Bilang Mau Cari Pinjaman

Bahkan, ada warga yang mencoba membujuk yang bersangkutan agar dia mengurungkan niatnya dan mau turun dari tower tersebut. Tetapi, sangat disayangkan upaya warga tak membuahkan hasil, SS tetap pada niatnya.

"Ya ,benar, pagi tadi didapatkan laporan masyarakat terkait adanya seorang laki-laki yang mengakhiri hidupnya dengan melompat," katanya, Senin.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, SS sempat berteriak sambil berlari menuju tower.

"Para warga yang ada di lokasi sempat berusaha berkomunikasi dan membujuknya agar turun dari atas tower, namun beberapa menit kemudian korban melompat dari atas tower setinggi 30 meter," ujarnya.

Korban, kata Kurniawan, selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung.

Baca juga: Korban Meninggal Terus Bertambah dari Pesawat yang Kecelakaan di Korsel, Sudah Hampir 100 Orang

"Keterangan beberapa saksi, yang bersangkutan selama ini mengalami depresi atau gangguan kejiwaan dan sudah sempat dilakukan perawatan di RSJ Cisarua sekitar Oktober 2023 dan Februari 2024," katanya.

Kapolsek menyebut pihak keluarga yang datang ke TKP membenarkannya kalau SS mengalami gangguan jiwa.

"Pihak keluarga pun sempat coba membujuknya di atas tapi dia tetap melompat. Aksinya ini memang sempat dilakukan juga dengan menaiki tower yang sama namun sempat berhasil digagalkan. Pihak keluarga pun tak ingin melakukan autopsi sehingga diurus keluarga untuk dimakamkan," katanya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved