Senin, 27 April 2026

Terduga Teroris di Tasikmalaya

Pak RT Ungkap Kronologi Awal Penangkapan Terduga Teroris di Tasikmalaya, Densus 88 Angkut 1 Dus Buku

Dalam penggeledahan tersebut, petugas polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk buku-buku yang disimpan dalam sebuah dus.

|
tribunpriangan.com / Jaenal Abidin
Ketua RT 02 Kampung Urug Zenal Arifin ketika keluar adri Mako Polres Tasikmalaya usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi penangkapan terduga teroris, Jumat (27/12/2024). 

TRIBUNJABAR.ID, KABUPATEN TASIKMALAYA - Tim Densus 88 mengamankan satu dus buku dari sebuah rumah di Kampung Urug, Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, yang sebelumnya sempat dihuni oleh seorang terduga teroris.

Penangkapan terduga teroris tersebut dilakukan pada Jumat (27/12/2024).

Hingga saat ini, terduga teroris masih berada di Mako Polres Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Informasi ini dibenarkan oleh Ketua RT 02 Kampung Urug, Zenal Arifin, yang turut menjadi saksi dalam proses penggeledahan tersebut.

"Tadi hanya kesaksian saja sejak siang baru keluar hari ini, dan saya juga ikut penggeledahan di kediaman warganya," ujar Zenal Arifin saat ditemui usai memberikan kesaksian di Polres Tasikmalaya.

Zenal menjelaskan bahwa rumah yang digeledah oleh Densus 88 merupakan milik seorang ustaz yang juga diduga memiliki hubungan dengan terduga pelaku.

Pemilik rumah tersebut, menurut Zenal, sehari-harinya pun berprofesi sebagai pedagang asongan yang berkeliling ke sekolah-sekolah.

"Mungkin temannya, dan untuk pemilik rumah berprofesi setiap harinya dagang asongan, keliling ke sekolah," ungkap Zenal.

Namun, Zenal mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas yang dilakukan oleh terduga pelaku selama berada di rumah tersebut.

Ia bahkan awalnya mengira kehadiran polisi terkait kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), berdasarkan informasi dari warga sekitar.

"Malah saya awalnya mengira ada curanmor dan itu informasi dari tetangga, karena banyak petugas polisi," jelasnya.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk buku-buku yang disimpan dalam sebuah dus.

Zenal menyebut dirinya tidak sempat melihat isi buku-buku tersebut dan tidak mengetahui kasus apa yang sedang diusut oleh pihak berwenang.

"Bawa buku banyak ada sekitar satu dus, dan saya ga sempat baca. Dan saya kurang tahu pas diamankan kasus apa," pungkasnya.

(Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved