Sabtu, 2 Mei 2026

8 Perahu Milik Nelayan Pamayangsari Tasikmalaya Rusak Parah Diterjang Gelombang Tinggi

Sebanyak 8 perahu milik nelayan di Dermaga Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah karam akibat diterjang gelombang tinggi,  Rabu (18/12/2024) dinihari.

Tayang:
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Januar Pribadi Hamel
TribunPriangan.com/Jaenal Abidin
Kondisi perahu milik nelayan di Dermaga Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya rusak diterjang gelombang tinggi pantai selatan, Rabu (18/12/2024). 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNJABAR.ID, KABUPATEN TASIKMALAYA - Sebanyak 8 perahu milik nelayan di Dermaga Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah karam akibat diterjang gelombang tinggi,  Rabu (18/12/2024) dinihari.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jabar Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini para nelayan sedang mengevakuasi perahu yang rusak dan perahu lain ke tempat lebih aman.

Menurut Dedi, saat ini gelombang laut masih tinggi dan masih berlangsung hingga sore nanti.

"Gelombang pasang perahu rusak ada delapan yang karam. Hal ini akibat gelombang tinggi sejak malam hingga siang ini," jelasnya.

Untuk perahu bervariasi yang rusak dari sayap patah, bocor, hingga mati total, karena dihantam gelombang tinggi sejak semalam.

"Perahu bocor, bolong dan sayap juga patah, yang rusak ringan pun banyak enggak kehitung," ungkap Dedi.

Baca juga: Dua Perahu Nelayan Tabrakan dan Terbalik Akibat Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Garut

Dia pun meminta tolong kepada pemerintah agar nelayan Pamayangsari saat ini sedang dilanda musibah, banyak perahu yang karam dan rusak.

"Sangat prihatin kondisi sekarang, dan hingga siang ini gelombang mencapai 6 meter lebih," tuturnya.

Selain itu, para nelayan lain pun masih melakukan evakuasi perahu karena gelombang akan naik terus sampai sore hari.

"Mudah-mudahan kedepan ada perhatian, karena ini tanggung jawab bersama," katanya.

Dedi berharap dengan pemerintahan baru saat ini bisa segera terealisasi revitalisasi Pelabuhan Pamayangsari, Tasikmalaya Selatan.

"Minimal dengan pengerukan tumpukan sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan bisa segera dapat direalisasi," kata Dedi. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved