Rabu, 29 April 2026

Hujan Lebat Akibatkan Banjir dan Longsor di Pamarican Ciamis, Tebing Setinggi 10 Meter Roboh

Rentetan bencana akibat hujan lebat melanda Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, pada Minggu (8/12/2024) dan Senin (9/12/2024) kemarin.

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Januar Pribadi Hamel
Istimewa
Hujan Lebat Memicu Tanah Longsor dan Banjir di Pamarican, BPBD Ciamis Ajak Warga Tingkatkan Upaya Mitigasi. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Rentetan bencana akibat hujan lebat melanda Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, pada Minggu (8/12/2024) dan Senin (9/12/2024) kemarin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis bersama masyarakat setempat berupaya melakukan penanganan darurat untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Tanah longsor terjadi di Dusun Cigasong, Desa Mekarmulya, Minggu malam sekitar pukul 23.30 WIB. 

Tebing setinggi delapan meter dengan lebar sepuluh meter juga mengalami longsor akibat curah hujan tinggi yang berlangsung lama, kemudian diperparah oleh minimnya sistem drainase di wilayah tersebut. 

Material longsor menghantam bagian dapur dan ruang TV rumah milik Aris Hidayat, seorang warga setempat.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, longsor ini mengakibatkan kerusakan sedang pada rumah tersebut, dengan tingkat kerusakan mencapai 57 persen. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Curah hujan yang tinggi memicu pergerakan tanah. Drainase yang kurang memadai juga menjadi faktor pendukung terjadinya longsor,” jelas Ani, Selasa (10/12/2024).

Baca juga: Siaga Menghadapi Banjir di Musim Hujan, Aliran Sampah Oxbow Bojongsoang Bandung Dibersihkan

Sebagai upaya tanggap bencana, warga secara gotong royong membersihkan material longsor.

BPBD juga turut memberikan bantuan darurat berupa sembako dan terpal untuk meringankan beban korban.

Sementara itu, Senin dini hari pukul 03.00 WIB, banjir melanda Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari. 

Luapan air dari saluran irigasi Cekamuntil merendam lahan sawah seluas lima hektare.

Pendangkalan saluran dan pembangunan tanggul yang terlalu tinggi menjadi pemicu utama meluapnya air.

Meskipun tidak ada korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian pada sektor pertanian.

Kepala BPBD Ciamis menekankan pentingnya normalisasi saluran irigasi sebagai langkah mendesak untuk mencegah banjir susulan.

Baca juga: Dedi Mulyadi Salurkan Bantuan di Sukabumi, Sebut Bencana Banjir Terjadi Akibat Keteledotan

“Air mulai surut, tetapi tindakan jangka panjang seperti normalisasi saluran irigasi perlu segera dilakukan,” ujar Ani. 

BPBD saat ini sedang berkoordinasi dengan aparat desa untuk mengidentifikasi langkah strategis.

Selain longsor dan banjir, angin kencang pada Minggu sore menyebabkan pohon sawo tumbang di Dusun Caringin, Desa Pasirnagara. 

Pohon tersebut menimpa rumah seorang warga. Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini menambah daftar dampak cuaca ekstrem di wilayah Pamarican.

BPBD bersama warga bergerak cepat membersihkan puing-puing dan memberikan bantuan berupa terpal serta sembako untuk korban terdampak.

Melihat rentetan bencana yang terjadi, BPBD Ciamis mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, terutama mengingat musim penghujan masih berlangsung.

Gotong royong dan koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, serta BPBD dinilai sangat penting untuk mengurangi dampak bencana.

“Peningkatan kapasitas mitigasi dan kesadaran masyarakat adalah kunci dalam menghadapi ancaman bencana alam di masa depan,” tutup Ani Supiani.

Upaya penanganan cepat dan sinergi berbagai pihak diharapkan dapat mengurangi dampak buruk dari bencana ini dan menciptakan ketahanan lebih baik di masyarakat.(*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved