Batu Menimpa Rumah di Sumedang
30 Rumah di Kaki Tebing Gunung Kunci Terancam Longsor, Warga Minta Penanganan Tebing Segera
Permohonan itu meliputi pemangkasan hingga penebangan pohon-pohon rawan tumbang di sekitar tebing yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Ancaman longsor dan tumbangnya pohon besar di kawasan Gunung Kunci terus menghantui warga Lingkungan Panjunan, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan.
Sebanyak 30 rumah yang berada tepat di bawah tebing Gunung Kunci berpotensi terdampak, terutama setelah hujan deras mengguyur wilayah Kota Sumedang dalam beberapa hari terakhir.
Kekhawatiran ini menjadi nyata ketika sebuah batu besar berdiameter sekitar tiga meter menggelinding dari atas Gunung Kunci dan menghantam rumah milik Dedi Rahdian (52), Jumat (29/11/2024) petang.
Insiden tersebut terjadi akibat tanah yang basah dan tidak mampu menahan beban batu. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Pepen Apendi, Ketua RW 04 Panjunan, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah sering mengajukan permohonan pemeliharaan tebing Gunung Kunci kepada pihak terkait.
Permohonan itu meliputi pemangkasan hingga penebangan pohon-pohon rawan tumbang di sekitar tebing yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga.
"Saya pernah mengajukan tiga bulan lalu untuk menebang pohon Teureup karena takut menimpa warga. Mahoni juga ada, tapi cukup dipangkas saja, tidak perlu ditebang," kata Pepen saat ditemui di lokasi kejadian.
Pepen juga menyoroti keberadaan batu-batu besar lainnya yang masih berada di atas tebing.
"Ada dua batu besar lagi yang bisa mengancam. Besok, kami pengurus di Panjunan akan kerja bakti sekaligus memastikan keamanan area sekitar batu itu. Takutnya, saat kerja bakti malah tertimpa," jelasnya.
Meski sadar akan bahaya yang mengintai, warga setempat sejauh ini belum pernah mengajukan permohonan relokasi. Fokus utama mereka hanya pada pemeliharaan area tebing Gunung Kunci untuk meminimalisir risiko bencana, seperti tumbangnya pohon atau longsoran batu.
"Saya mengimbau warga agar tetap waspada. Kalau ada tanda-tanda bahaya, segera keluar dari rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tambah Pepen.
Sebagai langkah antisipasi, Pepen dan warga berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti permohonan pemeliharaan tebing tersebut guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
