SAR Kerahkan Mobil Offroad Tarik Bonggol Bambu Raksasa di Longsor Sumedang, Cari Lansia Tertimbun
Pencarian Supendi (63), lansia yang tertimbun longsor di Sumedang masih nihil. SAR kerahkan mobil offroad untuk evakuasi bonggol bambu besar
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
Ringkasan Berita:
- Pencarian Supendi (63), lansia korban longsor di Dusun Cirenggon, Sumedang, masih belum membuahkan hasil pada Kamis (9/4/2026).
- Tim SAR gabungan mengerahkan mobil double gardan untuk menarik bonggol bambu besar yang menimbun lokasi.
- Namun, pergerakan tanah susulan yang terus terjadi menjadi kendala utama pencarian. Sebelumnya, longsor ini menimbun dua rumah dan mengakibatkan satu orang hilang.
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pencarian seorang pria berusia senja yang tertimbun longsor di Dusun Cirenggon, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang belum membuahkan hasil, pada hari kedua, Kamis (9/4/2026).
Pantauan Tribun Jabar.id, di lokasi kejadian pukul 13.30 WIB, meski telah mengerahkan empat unit mobil double gardan, tim SAR gabungan tidak menemukan lansi bernama Supendi (63) yang dinyatakan hilang.
Pergerakan tanah yang terus terjadi di lokasi kejadian menjadi kendala Tim SAR Gabungan menemukan korban.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto mengatakan, pencarian terhadap Supendi masih nihil.
"Korban masih belum ditemukan. Upaya pencarian terus dilakukan, " kata Bambang Rianto di lokasi.
Ia menyebutkan, proses pencarian korban pun harus mengerahkan komunitas mobil double gardan.
Baca juga: Cadas Pangeran Sudah Bisa Dilalui, BPBD Sumedang Minta Pengendara Waspada Saat Hujan
" Kami kerahkan juga komunitas oebcinta mobil offroad untuk menarik bonggol bambu berukuran besar yang terseret longsoran hingga menimpa rumah korban," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, bencana longsor terjadi di Dusun Ciranggon, Desa Mekar Rahayu, Sumedang Selatan, Rabu (8/4/2026) petang.
Dua rumah warga di Desa Mekarrahayu tertimbun material longsor, tujuh orang berhasil selamat, dan satu orang dilaporkan hilang.(*)
| Soroti Kasus Bayi Meninggal dalam Kandungan di Sumedang, DPRD Jabar Minta Perkuat Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal di Sumedang, Dinkes Jabar Sebut RS Pakuwon Sudah Siapkan Dokter Pengganti |
|
|---|
| Ada 62 Kasus Kematian Bayi di Sumedang dari Januari 2026, Terbaru Bayi Rosita, Mayoritas karena BBLR |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal Diduga Ditolak RS Pakuwon, Wakil Ketua DPRD Sumedang Minta SOP Dicek |
|
|---|
| Soroti Kasus RS Pakuwon, Dinkes Jabar Sebut Idealnya Setiap RS Punya Lebih dari Dua Dokter Kandungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/warga-tertimbun-longsor-cirenggon.jpg)