Selasa, 14 April 2026

Mahasiswa ITB Loncat dari Lantai 27

ITB Sebut Banyak Faktor Mahasiswa Alami Masalah Kesehatan Mental

Banyak penyebab yang membuat mahasiswa mengalami masalah kesehatan mental.

Penulis: Nappisah | Editor: Giri
kiki andriana/tribun jabar
Polisi saat olah TKP peristiwa seorang Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) Fakultas Teknik Silpil dan Lingkungan yang loncat dari lantai 27 apartemen Pinewood di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (19/11/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Banyak penyebab yang membuat mahasiswa mengalami masalah kesehatan mental.

"Tidak pernah tunggal, bisa dipengaruhi oleh lingkungan sosial, stres kuliah, masalah keluarga, pertemanan, dan sebagainya," ujar Direktur Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung (ITB), Prasetyo Adhitama, Rabu (20/11/2024). 

Menurut Prasetyo, masalah mental seringkali berakar sejak masa kecil, seperti di bangku SD, SMP, atau SMA.

Pada tahun 2023 dan 2024, ITB mencatatkan lebih dari 2.500 layanan konseling per tahun, termasuk tes psikologi untuk mahasiswa baru.

Dari layanan ini, ditemukan sejumlah mahasiswa mengalami masalah kesehatan mental yang cukup berat, meskipun persentasenya tergolong kecil dibandingkan dengan total jumlah mahasiswa. 

"Namun, satu mahasiswa pun yang mengalami gangguan mental itu tetap sangat penting untuk diperhatikan," kata Prasetyo.

Baca juga: BREAKING NEWS, Mahasiswa ITB Jatinangor Sumedang Loncat dari Lantai 27 Apartemen

Untuk itu, ITB telah mengambil berbagai langkah proaktif dalam menangani isu kesehatan mental di kalangan mahasiswany

Satu di antaranya, dengan merekrut 14 psikolog profesional, baik yang berfokus pada konseling klinis maupun masalah remaja. 

Dia menuturkan, mahasiswa yang teridentifikasi memiliki masalah mental berat dan sangat berat akan dimonitor secara khusus.

Sejak beberapa tahun terakhir, ITB juga menggandeng psikolog profesional untuk mengembangkan program-program kesehatan mental yang lebih terstruktur, antara lain: pelatihan psychological first aids (PFA) bagi mahasiswa baru, dosen, tenaga kependidikan, staf K3L/Dit SP, dan orang tua mahasiswa baru. 

Baca juga: Mahasiswa ITB Jatinangor Sumedang yang Loncat Diduga Via Jendela dari Lantai 27 Apartemen

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seluruh civitas akademika ITB dalam memberikan pertolongan pertama pada masalah kesehatan mental," ujarnya. 
  
Selain itu, rekrutmen dan pelatihan pendamping sebaya (peer counselor) setiap tahun. 

"Pada tahun ini, sekitar 60 mahasiswa sedang dalam proses seleksi untuk menjadi pendamping sebaya yang akan mendukung teman-teman mereka yang menghadapi masalah mental di seluruh fakultas dan kampus ITB yang tersebar di Jatinangor, Cirebon, dan Bandung," jelasnya. 

Pihaknya pun melakukan penerapan standar layanan dan fasilitas kesehatan mental untuk memastikan akses dan dukungan yang memadai bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Program Character Development Training (CDT) dilaksanakan pada dua semester awal bagi mahasiswa baru, di mana mereka dilatih untuk menjadi individu yang adaptif, memiliki integritas, dan bersikap rendah hati.

Baca juga: Mahasiswa ITB yang Loncat dari Apartemen di Jatinangor Tinggal Sendiri, Sewa Atas Nama Orang Tua

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved