Jumat, 24 April 2026

Pilwakot Bandung 2024

Soal Bandung Kota Kreatif Dunia, Dandan-Arif Setuju dengan Haru-Dhani

Dandan Riza Wardana justru menegaskan sangat setuju atas usulan paslon HD yang ingin mewujudkan Bandung kota kreatif dunia.

tribunjabar.id / Gani Kurniawan
Debat Publik Kedua Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2024 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon wali kota Bandung nomor urut 2, Haru Suandharu sempat melontarkan pertanyaan kepada pasangan calon Dandan-Arif, Farhan-Erwin, dam Arfi-Yena, terkait setuju atau tidak bila mengusulkan Bandung sebagai kota kreatif dunia hingga upaya mereka untuk mewujudkan hal tersebut supaya Bandung tidak menjadi fatherless.

Pasangan calon Farhan-Erwin sempat menjawab tak terlalu setuju, namun lebih mengarah supaya dunia yang harus datang ke Bandung, karena dari Bandung menurut Farhan, lahir orang-orang yang kreatif dan berkelas.

"Ya caranya ajak provinsi dan pusat membuat SMK yang berfokus ke pendidikan kreativitas dan vokasi. Lalu, lakukan kerjasama dengan lembaga kursus juga lembaga pelatihan. Sebab, rata-rata keahlian itu menunjang kreativitas dan pelayanan serta wisata," katanya, Selasa (19/11/2024) dalam debat terakhir.

Sementara itu, paslon Arfi-Yena justru menilai pertanyaan yang dilontarkan paslon nomor 2 ini tak sesuai tema. Arfi mengatakan, dia sudah sampaikan dalam visi pendidikan bahwa Bandung mampu menghasilkan talenta yang memiliki adab, cerdas, kreatif, dan kompetitif.

"Jadi, kami ingin naikkan level mereka baik di tingkat nasional, Asia, atau dunia. Tentu, harus ada standar kompetensi yang memahami dunia internasional, semisal sertifikasi pekerja kreatif, kemampuan bahasa asing, yang itu bisa membuat talenta Bandung menjadi talenta kreatif," kata Arfi.

Kemudian, Dandan Riza Wardana justru menegaskan sangat setuju atas usulan paslon HD yang ingin mewujudkan Bandung kota kreatif dunia.

"Setuju pisan. Karena, Bandung orang-orangnya kreatif baik senimannya maupun UMKM. Hari ini saya gunakan jam tangan buatan Bandung yang sudah mendunia. Jadi, harus paham bahwa kreatif itu setiap ide harus punya hak kekayaan intelektual (HAKI). Itu bisa diajukan untuk biaya guna terus melanjutkan kreativitas. Dan keduanya, kami ingin bangkitkan badan promosi daerah. Itu penting," kata Dandan

Pamungkas, Haru pun menegaskan jika untuk melahirkan orang kreatif bukanlah melalui sekolah melainkan memberikan mereka ruang dan diberikan dukungan.

"Pemerintah harus hadir, maka kami akan usulkan ada hibah Rp 50-100 juta untuk start up, lalu untuk tingkat profesional pula agar mereka bisa kompetitif dan berkembang lebih jauh," kata Haru.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved