Atap Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) di Jalan Naripan, Kota Bandung, Jawa Barat, sudah dua kali ambruk.
Atap gedung tersebut ambruk pertama pada Senin, 28 Oktober 2024, sekitar pukul 17.30 WIB saat berlangsung pameran seni AR Soedarto. Mengakibatkan seorang pengunjung dan dua orang penjaga pameran tertimpa materal dari reruntuhan yang ambruk.
Bangunan cagar budaya yang dibangun oleh arsitektir GJ Bel pada 1930 dan pernah direnovasi pada 2019 tersebut kembali ambruk bagian atapnya pada Sabtu, 2 November 2024, sekitar pukul 05.00 WIB, setelah diguyur hujan.
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin seusai meninjau kerusakan atap Gedung YPK mengatakan, akan memperbaiki atap gedung tersebut secepatnya agar tidak menghambat aktivitas seniman dan budayawan, diupayakan selesai kurang dari satu bulan.
Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) sudah dua kali atapnya ambruk di Jalan Naripan, Kota Bandung, Sabtu (2/11/2024). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) sudah dua kali atapnya ambruk di Jalan Naripan, Kota Bandung, Sabtu (2/11/2024). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) sudah dua kali atapnya ambruk di Jalan Naripan, Kota Bandung, Sabtu (2/11/2024). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) sudah dua kali atapnya ambruk di Jalan Naripan, Kota Bandung, Sabtu (2/11/2024). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) sudah dua kali atapnya ambruk di Jalan Naripan, Kota Bandung, Sabtu (2/11/2024). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) sudah dua kali atapnya ambruk di Jalan Naripan, Kota Bandung, Sabtu (2/11/2024). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) sudah dua kali atapnya ambruk di Jalan Naripan, Kota Bandung, Sabtu (2/11/2024). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)