Ketersediaan Obat di RSUD Cianjur Dikeluhkan Pasien BPJS, Kerap Kosong, Terpaksa Beli ke Luar RS

Ketika hendak menebus obat ke depo farmasi RSUD Cianjur, obatnya selalu tidak ada. Keluarga pasien terpaksa membeli ke apotek di luar RSUD

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
RSUD Cianjur Jalan Pasirgede, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Selasa (12/11/2024) 

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ketersediaan obat formularium untuk BPJS di RSUD Cianjur dikeluhkan sejumlah keluarga pasien rawat jalan di RSUD Cianjur.

Salah satunya keluarga pasien berobat jalan, Mia Nur Afiah (47) warga Cianjur, Kabupaten Cianjur.

"Saya kan hampir seminggu sekali mengantar ibu untuk menjalani terapy struk, dan berobat jalan di RSUD Cianjur menggunakan BPJS," katanya pada wartawan, Selasa (12/11/2024).

Namun, lanjut dia, ketika hendak membawa obat untuk sang ibu ke depo farmasi RSUD Cianjur, obatnya selalu tidak ada. Dirinya pun terpaksa harus membeli obat kebutuhan bagi ibunya ke apotek di luar lingkungan RSUD Cianjur.

"Kalau kata petugas depo obat di RSUD, obat tersebut kosong karena belum dikirim oleh agen atau distributor penyalur obat-obatan. Karena tidak ada jadi harus beli ke apotek di luar lingkungan RSUD Cianjur," katanya.

Baca juga: Kondisi Korban Bullying saat MPLS di SMPN 1 Sindangbarang Memburuk, Kini Dirawat di RSUD Cianjur

Menurutnya, orangtuanya tersebut merupakan peserta BPJS, namun karena obat di RSUD tidak ada, dirinya harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli kebutuhan obat bagi ibunya.

"Obat-obatan tersebut kondisinya hampir kosong selama lebih dari dua bulan terakhir. Sehingga selama dua bulan itu untuk memenuhi kebutuhan obat orangtua saya yang seharusnya dibiayai dari BPJS, malah harus keluar uang lagi," katanya.

Selain itu ia menyebutkan, petugas depo obat di RSUD ketika obat-obatan tertentu tidak ada, kadang mengarahkan untuk membeli obat kebutuhan pasien ke apotek tertentu.

"Pernah saya juga diarahkan, tapi saya lebih memilih ke apotek lain di luar lingkungan RSUD Cianjur, sebab harganya lebih murah," katanya.

Sementara itu Direktur Utama RSUD Cianjur Irvan Nur Fauzi menjeleskan, pasien BPJS tersebut terdapat masuk ked alam formularium nasional dan internal. 

Sedangkan untuk di luar dari obat formularium diarahkan untuk membeli mandiri.

"Jadi ada beberapa yang memang di luar obat formularium dimotivasi untuk dibeli secara mandiri, apabila tidak ada obat pengganti," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya telah menganggarkan senilia Rp 30 miliar sampai Rp 40 miliar untuk belanja kebutuhan obat-obatan dan kebutuhan lainya untuk tahun 2024.

"Saat ini lebih dari sebanyak 10 vendor atau distributor yang memasok kebutuhan obat-obatan ke RSUD Cianjur," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved