Senin, 13 April 2026

Pilkada Tujuh Belas Hari lagi, Karna - Koko Sulit Salip Elektabilitas H. Eman - Dena

TRIBUNJABAR.ID - Elektabilitas cabup dan cawabup Majalengka nomor urut 1, H. Eman Suherman - Dena Muhamad Ramdhan menempati posisi teratas di Survei t

Istimewa
Pilkada Tujuh Belas Hari lagi, Karna - Koko Sulit Salip Elektabilitas H. Eman - Dena 

TRIBUNJABAR.ID - Elektabilitas cabup dan cawabup Majalengka nomor urut 1, H. Eman Suherman - Dena Muhamad Ramdhan menempati posisi teratas di Survei terbaru. Berdasarkan survei terbaru Indikator Politik periode 16-19 Oktober, Elektabilitas H. Eman Suherman - Dena Muhamad Ramdhan unggul dengan raihan 64,9 persen. 

Sementara, Karna Sobahi - Koko Suyoko menempati posisi bontot dengan raihan hanya 31,3 persen. Dengan demikian, Karna - Koko sulit menyalip elektabilitas H. Eman - Dena, lantaran memiliki gap yang sangat jauh yakni 33,6 persen.

"Jika pemilihan diadakan ketika survei dilakukan, pada simulasi 2 pasangan calon, pasangan Eman Suherman dan Dena Muhamad Ramdhan unggul dengan mendapat dukungan sebesar 64.9 persen. Sementara pasangan Karna Sobahi dan Koko Suyoko mendapat dukungan sebesar 31.3%," kata Peneliti utama Indikator Politik, Prof Burhanuddin Muhtadi dalam keterangan resmi, Minggu (10/11/2024).

Prof Burhanuddin menjelaskan, citra personal yang dimiliki H. Eman berpengaruh besar terhadap kenaikan elektabilitas. Contohnya, pada variabel citra personal, indeks persentase perhatian pada rakyat serta tegas dan berwibawa, H. Eman menyentuh angka 75,1 persen dan 79,1 persen.

Hal ini justru berbanding terbalik dengan citra personal Karna Sobahi yang cenderung rendah. Sebab pada variabel ini, indeks persentase, perhatian pada rakyat serta Bersih dari korupsi, Karna Sobahi hanya menyentuh 62,6 persen dan 32,8 persen.

"Tampak citra personal Eman Suherman lebih tinggi dibanding Karna Sobahi: Eman Suherman lebih disukai ketimbang Karna Sobahi, karena citra kepemimpinannya juga lebih positif," paparnya.

Dia memaparkan, faktor penyebab H. Eman - Dena mendapatkan poin plus di variabel tersebut, karena aktif sosialiasi bertemu masyarakat. Sehingga, peluang Karna - Koko menyalip Elektabilitas H. Eman - Dena sangat kecil.

"Ini kemungkinan besar karena hingga sejauh ini Eman Suherman lebih banyak
menjangkau pemilih melalui berbagai kegiatan sosialisasi, terutama pada jenis kegiatan yang lebih berkualitas, lebih meyakinkan untuk memilih calon," tandas Prof Burhanuddin.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved