Jumat, 24 April 2026

''Kami Mohon Datang Lihat Kami,'' Korban Letusan Gunung Lewotobi Menangis, Berharap Didengar Prabowo

Rumah, fasilitas umum, dan kebun sudah rusak dihantam batu bercampur belerang. Banyak bocah dan kelompok rentan lainnya menyelamatkan diri

TribunFlores.com
Sembilan orang dikabarkan meninggal dunia akibat erupsi Gunung Lewotobi, di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT, Minggu (3/11/2024) sekira pukul 12.00 Wita. Biarawati Katolik, Sr Nikolin Padjo SSpS salah satu korban meninggal. Foto proses evakuasi korban meninggal akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki. 

TRIBUNJABAR.ID, LARANTUKA - Duka menyelimuti Kecamatan ile Bura dan Wulanggitang, di Flores Timur.

Warga iterjang bencana dahsyat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki yang memporakporandakan seisi kampung.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (3/11/2024).

Tangisan warga yang berhasil selamat pun terdengar di seisi kampung.

Gunung Lewotobi Laki-laki sendir kini sudah naik status ke Level IV (Awas).

Baca juga: Gunung Lewotobi Naik Status Awas, Tiga Gunung Api di Indonesia Erupsi Sejak Tengah Malam Tadi

Sejumlah rumah hangus terbakar, diduga karena material vulkanik panas, atau bisa juga tersambar petir dan konsleting listrik. Sebab peristiwa tengah malam itu banyak sambaran petir di bubungan rumah dan pepohonan.

Bahkan ada tembok yang rusak saat lontaran batu dari Gunung Lewotobi Laki-laki menghantam ke arah Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang, yaitu Desa Dulipali, Desa Klatanlo, dan Desa Hokeng Jaya.

Warga Dulipali, Yeremias Dadu (34), meminta Presiden RI Prabowo Subianto datang melihat penderitaan korban yang sedang mengungsi ke tempat aman.

"Pemukiman porak-poranda, anak-anak tidak bisa sekolah, makan dan minum susah sekali. Kami mohon, datang lihat kami pak Presiden Prabowo," ungkapnya.

Menurut Hewen, rumah, fasilitas umum, dan kebun sudah rusak dihantam batu bercampur belerang. Banyak bocah dan kelompok rentan lainnya menyelamatkan diri hanya dengan pakaian di badan.

"Kami semua sangat butuh bantuan dan juga perhatian khusus dari Pemerintah, khususnya bapak Presiden," ungkapnya.

Di Desa Klatanlo, terdapat sembilan korban meninggal dunia. Proses evakuasi cukup sulit lantaran para korban terjebak reruntuhan tanah dan material gunung.

Kepala Desa Klatanlo, Petrus Muda Kurang, juga berharap kehadiran Presiden Prabowo agar menyambangi korban terdampak di sejumlah desa.

"Mudah-mudahan bapak Presiden bersedia ke NTT utk korban bencana. Kalau bapak Presiden berkesempatan hadir, tentunya akan menjadi kekuatan untuk warga dan kita semua yang tertimpa bencana," harapnya.

Petrus bersama aparat gabungan dari Polri, TNI, Tagana, dan BPBD masih melakukan identifikasi kerusakan rumah dan fasilitas umum.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved