INNALILLAHI, Berita Duka dari Anies Baswedan, Sosok Ulama Panutan KH Sofwan Nizhomi Meninggal Dunia

Berita duka datang dari mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sabtu (2/11/2024). KH Sofwan Nizhomi meninggal dunia.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
X /Aenis Baswedan
Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdoa di hadapan jenazah KH Sofwan Nizhomi. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Berita duka datang dari mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sabtu (2/11/2024).

Anies Baswedan mengabarkan, seorang ulama kharismatik yang sangat dihormati, KH Sofwan Nihomi meninggal dunia pada hari ini.

Bagi eks calon presiden penantang Prabowo Subianto ini, KH Sofwan Nizhomi adalah panutan dalam ilmu dan akhlak.

"Sosok yang senantiasa memberikan inspirasi dalam setiap dakwahnya. Kehadiran KH. Sofwan Nizhomi selalu menjadi penyejuk hati bagi banyak umat," ujarnya dikutip dari akun X Anies Baswedan hari ini.

Sejumlah foto turut dibagikan. Di antaranya pertemuan terakhir Anies Baswedan dengan KH Sofwan Nizhomi, saat berfoto bersama, dan berdoa di hadapan jenazah KH Sofwan Nizhomi.

Baca juga: Responas Anies Baswedan Setelah Tom Lembong Dijebloskan ke Penjara soal Impor Gula

Anies Baswedan sangat terkesan dengan lukisan foto dirinya dengan almarhum. Maka, dia pun merasa sangat kehilangan atas meninggalnya KH Sofwan Nizhomi.

Berikut adalah catatan lengkap Anies Baswedan yang menceritakan perjuaman terakhir dan takziah di rumah almarhum KH Sofwan Nizhomi.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua merasa kehilangan yang sangat mendalam atas berpulangnya KH. Sofwan Nizhomi, seorang ulama yang penuh hikmah, panutan dalam ilmu dan akhlak, serta sosok yang senantiasa memberikan inspirasi dalam setiap dakwahnya. Kehadiran KH. Sofwan Nizhomi selalu menjadi penyejuk hati bagi banyak umat. 

Beliau adalah tokoh yang bukan hanya mengajarkan Islam, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Islam itu dijalani dalam setiap langkah hidup. Pada tanggal 16 Agustus yang lalu, kami salat Subuh bersama di Pendopo di Lebakbulus.

 Saat itu, kami bercakap-cakap dan saling menyadari, “Kita ini malah tidak pernah foto berdua.” Akhirnya kami berfoto bersama, berpelukan, dan berpamitan. Pagi ini, saya baru sadar bahwa foto itu telah mengabadikan perjumpaan terakhir kami.

Pagi ini, saya duduk di lantai, menyampaikan takziyah kepada istrinya, kepada anak-anaknya, lalu mencium kening almarhum.

Sambil duduk di samping jenazah, mata saya tertuju pada dinding, dan dada ini tergetar melihat lukisan pensil wajah kami berdua—saya dan almarhum. 

MasyaAllah … Kami yakin Allah SWT akan memuliakan almarhum, menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya, memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan, dan menjadikan semua ilmu serta amal beliau sebagai penerang tanpa henti di alam keabadian.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu’anhu, waakrim nuzulahu wawasi’madkholahu, waghsilhu bil maai watstsalji wal barod, wanaqqihi min khotooya kamaa yunaqqotstsaubul abyadhu minadanas… Aamiin yra.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved