Warga Argasunya Cirebon Lega, Paslon Edo-Farida Tuntaskan Krisis Air Bersih dengan Sumur Bor
Warga RT 3/8 di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, kini bernapas lega.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Warga RT 3/8 di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, kini bernapas lega.
Setelah bertahun-tahun dihantui kecemasan akan datangnya musim kemarau yang seolah selalu menguras sumber air hingga tetes terakhir, akhirnya kehadiran pasangan calon nomor urut 3, Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati, bak oase di tengah gurun.
Dengan bantuan sumur bor baru, sedikit demi sedikit mereka merasakan secercah harapan untuk terlepas dari jerat krisis air bersih yang selama ini membelenggu.
Baca juga: Calon Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Bantu Pupuk dan Bibit Tanaman Bagi KWT Pekiringan
Langkah bantuan ini bermula dari pertemuan yang terjalin kala Farida berkunjung ke lingkungan tersebut.
Dalam suasana yang penuh harap, warga menyampaikan keluh kesah mereka, hingga tanpa menunggu waktu lama, bantuan sumur bor pun hadir sebagai jawaban dari aspirasi yang telah terpendam.
Di bawah terik matahari yang seakan menyaksikan momen penting ini, warga setempat menyambut dengan senyum syukur yang terpancar dari raut wajah-wajah penuh harapan.
"Ya, waktu itu saya sampaikan langsung ke Ibu Farida, sumur bor di sini sudah tak mampu lagi mengeluarkan air bersih."
Baca juga: Dianggap Paling Siap, PKB Kota Cirebon Tetapkan Siti Farida Rosmawati sebagai Bakal Calon Wali Kota
"Alhamdulillah, bantuan sumur bor segera datang," ujar Mohammad (47), salah seorang warga setempat, dalam nada bahagia saat dikonfirmasi Tribun, pada Jumat (1/11/2024).
Baginya, respons cepat ini begitu berarti, seakan memberikan angin segar bagi mereka yang sekian lama mendambakan kemudahan akses air.
Di sisi lain, Farida, sosok yang selama ini dikenal sebagai pribadi dermawan dan rendah hati, menyampaikan keikhlasannya dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan seperti ini.
"Saya sangat tersentuh melihat kondisi mereka."
"Warga berhak menikmati air bersih."
"Bismillah, semoga bantuan ini dapat memberi manfaat bagi warga Kopi Luhur," ucap Farida, dengan penuh ketulusan.
Ucapan terima kasih pun mengalir dari warga.
"Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Farida atas bantuan sumur bor ini."
"Semoga manfaatnya dirasakan oleh banyak orang, dan semoga beliau selalu diberikan kesehatan serta kesuksesan," jelas Mohammad penuh harap.
Kisah kekeringan ini tak hanya dialami oleh warga RT 3/8, tetapi juga menjadi realita pahit bagi penduduk lain di Kelurahan Argasunya.
Salah satu di antaranya, Revatul Fauziah (25), mengisahkan bahwa kekeringan telah melanda wilayah mereka selama enam bulan terakhir, membuat mereka terpaksa mengandalkan sisa air dari sumur yang semakin hari semakin menipis.
"Setiap tahun, terutama dalam sepuluh tahun terakhir, setiap kemarau kami selalu kekurangan air."
"Kami benar-benar membutuhkan air, sehingga bantuan ini sangat berarti," kata Revatul, belum lama ini.
Sejak Mei-Juni lalu, lanjut Revatul, sumur bor yang menjadi sumber utama mereka mulai kering akibat musim kemarau panjang.
"Untuk kebutuhan sehari-hari kami hanya mengandalkan sumur bor, tetapi sekarang airnya sudah mulai berkurang karena kemarau. Sejak bulan Mei-Juni kemarin sudah mulai kering," ujarnya, dengan nada lirih.
Bantuan air bersih dari pemerintah, yang selama ini mereka andalkan, kini terasa semakin jauh dari jangkauan.
Dalam benak mereka, harapan agar pemerintah terus hadir di kala krisis seperti ini tetap membara.
"Kami harap pemerintah turun langsung melihat kondisi kami, jangan hanya memantau dari jauh."
"Saat kekeringan, kami sangat berharap adanya bantuan air," ucapnya.
Di sela-sela obrolan, Maksudi (63), warga lainnya, turut menuturkan betapa berartinya bantuan air bersih ini bagi masyarakat di Blok Kedung Jumbleng, terutama saat kemarau panjang.
"Kami tidak mampu membeli air, hanya mengandalkan sisa air sungai saja."
"Dengan adanya bantuan seperti ini, kami merasa sangat terbantu," jelas Maksudi, tersenyum penuh syukur.
Dalam setiap tetes air yang kini mengalir di Argasunya, tersimpan kisah perjuangan dan harapan warga yang berulang kali diuji oleh kerasnya musim kemarau.
Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar air, tetapi jawaban dari doa yang tak pernah lelah mereka panjatkan. (*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI
| Jokowi Bakal Datangi Cirebon, Projo: Mau Blusukan Saja Sudah pada Heboh |
|
|---|
| Pelabuhan Cirebon Jadi Nadi Logistik Pantura, Topang Distribusi Industri Jawa Barat 24 Jam Nonstop |
|
|---|
| Bangganya Mang Dodom di Cirebon, Sapi Jumbonya Dibeli Presiden Rp 80 Juta untuk Kurban Iduladha |
|
|---|
| Pastikan Produk Hukum Selaras, Kemenkum Jabar Rampungkan Rapat Finalisasi Raperwal Kota Cirebon |
|
|---|
| Kemenkum Jabar Gencarkan Perlindungan UMKM dan Dorong Koperasi Cirebon Miliki Merek Kolektif Kopi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/air-bersih-bantuan-paslon.jpg)