Jumat, 15 Mei 2026

Pemuda Asal Banjaranyar Buat Aneka Perabot dari Limbah Akar Kayu Jati, Tembus Pasar Luar Negeri

Sejumlah pemuda asal Banjaranyar, Ciamis, menciptakan berbagai macam perabotan rumah seperti jam dinding, mangkok, sendok, garpu, tempat salad.

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Januar Pribadi Hamel
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
Sejumlah pemuda asal Banjaranyar, Ciamis, menciptakan berbagai macam perabotan rumah seperti jam dinding, mangkok, sendok, garpu, tempat salad, talenan, asbak, tatakan gelas, roll pan, dan berbagai peralatan dapur lainnya yang terbuat dari limbah akar kayu jati. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Sejumlah pemuda asal Banjaranyar, Ciamis, menciptakan berbagai macam perabotan rumah seperti jam dinding, mangkok, sendok, garpu, tempat salad, talenan, asbak, tatakan gelas, roll pan, dan berbagai peralatan dapur lainnya yang terbuat dari limbah akar kayu jati.

Produk tersebut dibuat dengan cara hand made menggunakan alat gurinda dan bubut secara manual menjadi karya yang bernilai ekonomis tinggi.

Ketua kelompok Ekonomi Kreatif asal Kecamatan Banjaranyar, Agus mengatakan kerajinan yang dibuatnya itu memanfaatkan akar kayu jati dan hal ini merupakan usaha kreatif dalam mengembangkan produk asli dan menerima pesanan sesuai kebutuhan konsumen. 

Baca juga: Dukung Pameran Kriyanusa 2024, BRI Dorong UMKM Kerajinan dan Seni Kriya Naik Kelas

Siapa sangka produk kerajinan tangan dari bahan limbah akar kayu jati dari Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis itu telah berhasil menembus pasar luar negeri terutama Malaysia dan Jepang. 

“Kami membidik pasar ekspor di antaranya melalui marketplace dan pameran, sejak tiga tahun lalu mendapatkan permintaan rutin dari pembeli kami di Singapura, Malaysia dan Jepang,” ucapnya saat ditemui dalam Acara Pameran Kepemudaan di Alun - alun Ciamis, Selasa (29/10/2024). 

Menurut Agus, peminat kerajinan tangan di tingkat lokal juga cukup tinggi, karena hasil produksi rumahan yang diciptakan oleh warga Banjaranyar ini mengusung produk unik, dengan bahan alami, dan harga bersahabat.  

Lebih lanjut, Agus menceritakan pengalamannya saat mengikuti pameran kepemudaan tahun lalu, di mana ia mendapatkan banyak pesanan dari sejumlah hotel dan restoran yang kemudian menjadi promosi efektif bagi produknya. 

Baca juga: Jadi Ketua HIMKI Lagi, Anton Siap Dorong Industri Mebel-Kerajinan Melalui Kreativitas dan Teknologi

"Alhamdulillah saat ini sudah banyak reseller dari Bali dan Singapura yang kemudian mengambil produk atau pesan desain khusus langsung ke Banjaranyar," tambahnya.

Ia berharap keikutsertaannya dalam pameran kepemudaan yang ketiga kalinya ini mampu memperluas pasar kerajinan tangan itu baik di lokal maupun pembeli yang datang dari mancanegara.

Adapun untuk pasokan bahan baku akar jatinya itu, Agus mendapatkan secara legal dari tempat lahan pemotongan kayu milik Perhutani ataupun dari lahan warga di lingkungan Banjaranyar dan sekitarnya.

Agus menjelaskan setiap bulannya, ia memerlukan 6-8 meter kubik akar jati untuk memproduksi sekitar 8.000 buah yang terdiri 120 jenis kerajinan. 

Baca juga: Kerajinan Payung Geulis Kurang Diminati Anak Muda Tasikmalaya, Perajin Berharap Ada Regenerasi

Meski kelompok ekraf yang ada di 9 desa di Kecamatan Banjaranyar bersama sejumlah UKM ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis, para pengrajin saat ini masih terkendala dengan modal dan peralatan untuk produksi.

"Kami sangat berharap adanya bantuan dari pihak pemerintah, baik berupa peralatan ataupun berbentuk materi untuk modal," tandasnya. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved