Minggu, 10 Mei 2026

Calon Walikota Bogor Rena Da Frina Disebut Punya Kemampuan & Pengalaman Urus Sampah

Calon Walikota Bogor nomor urut 4, Rena DA Frina dinilai punya kapabilitas dan kemampuan mengatasi urusan sampah di Kota Bogor

Tayang:
Editor: Mega Nugraha
istimewa
Rena Da Frina, mantan Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, ikut berkontestasi Pilkada Kota Bogor 2024 bersama Teddy Risandi diusung PDIP dan Hanura 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Calon Walikota Bogor nomor urut 4, Rena DA Frina dinilai punya kapabilitas dan kemampuan mengatasi urusan sampah di Kota Bogor.


"Kami menilai Rena Da Frina punya keberpihakan besar dalam mengatasi masalah sampah di Kota Bogor. Salah satunya konsep Zero Waste to Landfill yang siap diterapkannya di Kota Bogor bersinergi dengan pelaku usaha daur ulang," ucap Ketua Umum Dewan Pengurus Peduli Kota Bogor, Santoso, Jumat (25/10/2024).

Baca juga: Jadi Cabup Andalan Warga, Bambang Hermanto Siap Wujudkan Keinginan Warga yang Ingin Jalan Bagus


Saat ini, masalah pengelolaan sampah di Kota Bogor jadi pekerjaan rumah. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan skema daur ulang sampah.


Menurut Santoso, pemikiran Rena Da Frina terhadap penanggulangan sampah di Kota Bogor, diklaimnya termasuk moder .


"Rena menawarkan pengelolaan penanggulangan sampah berkelanjutan dengan memberikan dampak keuntungan ekonomi, sambil prinsip pelestarian lingkungan diutamakan," ujar Santoso.


Dewan Penasehat Peduli Kota Bogor, Asbah Hasan, menuturkan, visi misi Rena Da Frina dalam penanggulangan sampah di Kota Bogor melalui pemberdayaan masyarakat.


"Urusan pengelolaan sampah di Kota Bogor harus jadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintahnya saja. Rena menumbuhkan kesadaran saling bekerjasama menanggulangi sampah di Kota Bogor," papar Hasan.


Sementara itu, Calon WaliKota Bogor nomor urut 3 Dedie Rachim menyebut bahwa  sampah harus mendapatkan perhatian supaya produksi sampah dari hulu sampai kehilir itu tuntasnya tidak semuanya kehilir. 


“Di hulu juga harus ada langkah-langkah seperti TPS 3R, reduce, reuse, recycle, supaya produksi yang nanti dikirim ke TPS itu tidak sebanyak sekarang.  Sekarang itu kan kisaran antara 600 ton Sampai 800 ton,” jelasnya.

 

Dedie Rachim tidak menampik bahwa permasalahan sampah memang terus menjadi PR. Apalagi kebiasaan masyarakatnya yang belum terbentuk tentang jangan membuang sampah sembarangan.


“Beberapa saluran air, drainase itu tersumbat gara-gara tumpukan sampah. Cuma, tumpukan sampah ini kan bukan hanya diproduksi oleh warga yang berada di wilayah kota Bogor saja. Aliran yang berasal dari perbatasan-perbatasan wilayah antara kota dan kabupaten juga menjadi penyebab sulitnya kita mengendalikan sampah secara menyeluruh,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved