Warga Indramayu, Dapat Tawaran Kerja di Luar Negeri dari Medsos? Waspada Perdagangan Orang
Di Indramayu, sepanjang tahun 2024 sampai dengan bulan September, Disnaker Indramayu menerima ada 83 pengaduan
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu meminta masyarakat berhati-hati apabila mendapat tawaran bekerja di luar negeri dari media sosial.
Jika dalam perekrutannya tidak dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, bisa dipastikan perekrutan tersebut unprosedural.
“Kami minta masyarakat jangan mudah percaya tawaran kerja ke luar negeri dari medsos,” ujar Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, Jumat (11/10/2024).
Imbauan tersebut disampaikan Asep, berkaca pada kasus yang menimpa eks legislator periode 2014-2019, Robiin yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kini berada di perbatasan Myanmar.
Baca juga: Pemprov Jabar Percepat Penurunan Angka Pengangguran, Siapkan SDM sampai Pengiriman Pekerja Migran
Ia awalnya berangkat ke luar negeri dengan tujuan bekerja di sebuah perusahaan garment di Thailand.
Robiin mendapat tawaran kerja itu melalui media sosial Facebook pada September 2023 lalu.
Namun kenyataannya, Robiin justru diselundupkan ke perbatasan Myanmar untuk dieksploitasi dan dipaksa bekerja pada sektor penipuan daring (online scamming).
Bahkan beredar kabar ia disekap dan dianiaya, selain Robiin ada 36 WNI lainnya yang juga menjadi korban.
Asep mengatakan, masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri sebaiknya mendaftar kerja lewat jalur resmi.
Selain agar tercatat oleh pemerintah, ini sekaligus untuk menjamin keamanan WNI saat bekerja di luar negeri.
Di sisi lain, Asep mengatakan, kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) sendiri memang masih marak ditemui, termasuk di Indramayu.
Jumlahnya tidak diketahui secara pasti, mengingat data yang tercatat hanya berdasarkan laporan yang masuk saja.
Mereka tidak tercatat oleh negara saat berangkat, sehingga upaya pelindungan pun hanya kepada PMI yang berangkat secara resmi saja.
Di Indramayu sendiri, kata Asep, sepanjang tahun 2024 sampai dengan bulan September, Disnaker Indramayu menerima ada 83 pengaduan dan sekitar 81 persen sudah terselesaikan.
Baca juga: SBMI Indramayu Sayangkan Kasus Penyiksaan Pekerja Migran Sektor ABK di Kapal Asing Masih Terjadi
Dinas Tenaga Kerja
Kabupaten Indramayu
bekerja di luar negeri
Asep Kurniawan
media sosial
perdagangan orang
| Viral Geng Motor Brutal di Cimahi, Hajar Korban di Tengah Jalan hingga Rampas Barang Berharga |
|
|---|
| Bupati Lucky Hakim Sambut Pasis SESKOAD, Indramayu Jadi Pusat Pembelajaran Pertahanan Wilayah |
|
|---|
| Viral Video 70 Ribu Motor Listrik untuk Kepala Dapur SPPG, Herman Suryatman: Harus Kita Cek |
|
|---|
| Viral Whoosh Sempat Berhenti Mendadak di Kopo Bandung, Ternyata gara-gara Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Ramai di Medsos: Dikira Pingsan, Warga Indramayu Ditemukan Meninggal di Jalan Pemuda Majalengka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/WNI-yang-diduga-menjadi-korban-perdagangan-orang-di-Myanmar-minta-tolong.jpg)