Peran Pemkab Buat Batik Sumedang Eksis di Tengah Persaingan
Batik khas Sumedang yang memiliki nilai budaya tinggi terus berkembang di bawah perhatian dan kepedulian para pengrajin lokal.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Pemerintah daerah juga memainkan peran penting dalam pengembangan usaha batik di Sumedang.
Dengan tergabungnya para pengrajin dalam Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), mereka secara aktif dilibatkan dalam berbagai event, termasuk bantuan dalam proses perizinan usaha.
"Peran pemerintah sangat besar. Kami merasa terbantu dengan adanya dukungan ini," ujar Yayu.
Ke depan, Yayu berharap dukungan dari pemerintah dan masyarakat terhadap batik Sumedang akan terus meningkat.
"Kami berharap masyarakat Sumedang bangga memakai batik khas daerahnya sendiri dan batik Sumedang bisa terus eksis, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional," katanya.
Dengan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, para pengrajin batik Sumedang optimistis bahwa batik tradisional Sumedang akan terus berkembang dan menjadi warisan budaya yang tak lekang oleh zaman.
| Kasus Bayi Meninggal di Sumedang, Dinkes Jabar Sebut RS Pakuwon Sudah Siapkan Dokter Pengganti |
|
|---|
| Ada 62 Kasus Kematian Bayi di Sumedang dari Januari 2026, Terbaru Bayi Rosita, Mayoritas karena BBLR |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal Diduga Ditolak RS Pakuwon, Wakil Ketua DPRD Sumedang Minta SOP Dicek |
|
|---|
| Soroti Kasus RS Pakuwon, Dinkes Jabar Sebut Idealnya Setiap RS Punya Lebih dari Dua Dokter Kandungan |
|
|---|
| Kasus Bayi Rosita Meninggal di RS Pakuwon Sumedang, Dinkes Jabar Sebut Bukan Ditolak Operasi Caesar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Yayu-Sri-Rahayu-pemilik-Batik-Rahayu-yang-berlokasi-di-Kelurahan-Regol-Kecamatan-Selatan.jpg)