Kamis, 4 Juni 2026

Kolaborasi BUMN dan BUMD Jabar Dorong Optimalisasi Insinerator Limbah B3 di Jawa Barat

Setelah bekerja sama dengan mitra strategis, PT Jasa Medivest berhasil mendapatkan sokongan dana dari BRI melalui fasilitasi kredit investasi.

Tayang:
istimewa
Kolaborasi PT Jasa Medivest dan BRI Dorong Optimalisasi Insinerator Limbah B3 di Jawa Barat 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – BUMD Jabar PT Jasa Medivest, yang telah berkiprah selama lebih dari 18 tahun sebagai perusahaan pengelola limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) medis di Jawa Barat, tengah gencar melakukan inovasi.

Salah satu inisiatif pentingnya adalah optimalisasi mesin insinerator pertama, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan limbah hingga mencapai standar terbaru, tanpa mengabaikan regulasi yang berlaku di Indonesia.

Optimalisasi ini dimulai sejak tahun 2023, dengan persetujuan dari para pemegang saham PT Jasa Medivest dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Salah satu langkah penting adalah pemasangan alat pre-treatment berupa mixing tank, yang menjadi syarat utama untuk memenuhi standar engineering yang diupayakan.

Sejumlah pengujian pun telah dilakukan, termasuk trial burning test dan commissioning test yang dilakukan oleh laboratorium tersertifikasi dari KLHK. Saat ini, PT Jasa Medivest tinggal menunggu terbitnya Surat Kelayakan Operasional dari KLHK untuk segera memulai pengolahan limbah B3 industri di Jawa Barat.

“Awalnya, PT Jasa Medivest hanya mampu mengolah 14 kode limbah. Mengingat jika hanya berfokus pada pengolahan limbah B3 medis saja, akan terjadi kejenuhan bisnis. Maka, melalui optimalisasi mesin insinerator kedua di plant Dawuan ini, kami akan mampu mengolah limbah B3 medis dan B3 industri sejumlah 55 kode limbah, tentu ada standar proporsi limbah yang perlu dilakukan,” ungkap Beni Cahyadi, Direktur PT Jasa Medivest, dalam rilis resmi Senin (30/9/2024).

Peluang bisnis PT Jasa Medivest akan optimal apabila disertai dukungan dana investasi untuk kebutuhan optimalisasi tersebut. Setelah bekerja sama dengan mitra strategis, PT Jasa Medivest berhasil mendapatkan sokongan dana dari BRI melalui fasilitasi kredit investasi.

“Kami melihat adanya potensi pengembangan usaha yang strategis. PT Jasa Medivest telah membuktikan komitmen profesional selama belasan tahun, dan peluang besar mengenai pengelolaan limbah B3 secara proper di Indonesia tentunya menjadi dasar pemikiran BRI untuk menyokong pembiayaan berupa kredit investasinya,” ujar Dhinar Adi Nugroho, Pimpinan Cabang BRI (Persero) Tbk Kiaracondong.

Penandatanganan akad kredit investasi tersebut berlangsung pada Kamis, 12 September 2024. Hadir dalam kesempatan tersebut Beni Cahyadi selaku Direktur PT Jasa Medivest, Dhinar Adi Nugroho dari BRI, serta Dr. Ranti Fauza Mayana, S.H. selaku notaris.

Menanggapi tantangan pertumbuhan bisnis ke depan, sinergi antara BUMN dan BUMD ini menjadi salah satu implementasi semangat 3C (Comply, Competitive, Care), yang menjadi dasar penting bagi PT Jasa Medivest sebagai entitas perusahaan anak BUMD Jawa Barat untuk mencapai tujuannya.

Setelah insinerator kedua mampu mengolah limbah B3 industri, PT Jasa Medivest berencana melanjutkan pengembangan bisnis dengan mengajukan persetujuan teknis terkait optimalisasi insinerator pertama kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

“Akan kami adaptasi teknologinya, sehingga mampu mengelola hingga 200-an kode limbah B3, dan kapasitas total dua mesin insineratornya akan meningkat dari 24 ton per hari menjadi 30 ton per hari,” lanjut Beni Cahyadi.

Melalui komitmen dan inovasi teknologi dalam pengelolaan limbah B3 medis dan industri, PT Jasa Medivest berupaya memastikan produktivitas berkelanjutan.

“Sehingga optimal meraih cakupan pasar yang lebih luas, hadir sebagai solusi pengelolaan limbah B3, dan tentunya mengembangkan nilai kebermanfaatan secara ekonomi sebagai entitas BUMD Jawa Barat,” tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved