Rabu, 15 April 2026

Mengubah Limbah Cangkang Rajungan Menjadi Mie, Kisah Para Istri Nelayan Pasir Putih Karawang

Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan PKM ini mampu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para peserta yaitu ibu-ibu PKK

tribunjabar.id / Cikwan Suwandi
Para Istri Nelayan Pasir Putih Karawang Mengubah Limbah Cangkang Rajungan Menjadi Mie 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Para istri nelayan di Dusun Pasir Putih, Desa Sukajaya, Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang, mengubah limbah cangkang rajungan menjadi mie.

Solusi penanganan limbah rajungan menjadi olahan pangan tersebut merupakan hasil dari tim PKM kolaborasi Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) dan UPN Veteran Jakarta melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bekerjasama dengan para istri nelayan setempat.

TIM PKM Fransiske Simanungkalit mengatakan, dari hasil pemetaan lapangan di Dusun Pasir Putih itu ditemukan banyak cangkang rajungan yang menjadi limbah. Limbah cangkang rajungan tersebut pun menjadi persoalan pencemaran lingkungan setempat.

Melihat persoalan tersebut, tim PKM membuat program Pemberdayaan Istri Nelayan (PKK) dengan Literasi Pemasaran Digital dan Pemanfaatan Limbah Rajungan dengan nama mie cangkang rajungan Karawang (MICARUKA) untuk percepatan blue economy.

“Apa saja alat yang dibutuhkan, bagaimana bahan-bahan pendukung lain, hingga resep agar bisa membuat mie cangkang rajungan yang enak dan tidak berbau,” ujar Frasiske, Senin (23/9/2024).

Pihaknya pun melakukan pelatihan dan lomba pembuatan mie dari limbah cangkang rajungan. Kegiatan berlangsung di aula Desa Sukajaya, Minggu 22 September 2024. Dan diikuti oleh 18 ibu-ibu PKK desa Sukajaya yang juga istri-istri nelayan.

Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan PKM ini mampu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para peserta yaitu ibu-ibu PKK, tentang pemanfaatan limbah cangkang rajungan menjadi bahan pangan MICARUKA.

Adapun tim PKM dari Unsika yaitu Hendry Roris P Sianturi, sebagai Ketua PKM dan Dr. Firdaus Yuni Dharta. Sementara anggota PKM dari UPN Veteran Jakarta yaitu Sintha Fransiske Simanungkalit.

Di samping itu, kegiatan ini juga dibantu oleh beberapa mahasiswa dari Unsika dan UPN Veteran Jakarta dan melibatkan pihak pengurus Desa Sukajaya dan ibu-ibu PKK.

Tim Kolaborasi PKM Unsika dan UPNV Jakarta menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Desa Sukajaya dan Ibu-ibu PKK Sukajaya atas dukungannya, sehingga kegiatan ini terlaksana.

Sintha berharap, untuk program PKM selanjutnya, dibutuhkan pendampingan kepada ibu-ibu PKK dalam pembuatan MICARUKA yang bisa dijual ke masyarakat. “Dan ibu-ibu PKK bisa didorong untuk membuat usaha yang bisa nantinya dijadikan BUMDes, yang nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat dan desa Sukajaya,” ujarnya. (Cikwan Suwandi)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved