Rabu, 22 April 2026

Ribut Masalah Celengan Ayam, Sekelompok Anak Punk di Cianjur Tega Bakar Teman Sendiri

Tubuh korban mengalami banyak luka akibat pukulan benda tumpul, sayatan, dan luka bakar. Korban disebut akan merebut celengan mereka.

kompas.com
Jajaran Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat merilis kasus pembunuhan sadis yang melibatkan anak punk, mako Polres Cianjur, Selasa (10/9/2024). 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kasus pembunuhan sadis yang melibatkan sekelompok anak punk berhasil diungkap jajaran Polres Cianjur.

Lima pelaku telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Di antara mereka, terdapat seorang perempuan dan tiga pelaku yang masih berusia di bawah umur.

Kapolres Cianjur, AKBP Rohman Yonky Dilatha, menyebutkan bahwa LH (15), MAR (17), dan ZSA (15) ditangkap di wilayah Cianjur.

Sementara tersangka utama, MSA (24), ditangkap dalam pelarian bersama pacarnya, FA (18), di Malingping, Banten.

Sebelumnya, seorang korban berinisial RA (32) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan akibat penganiayaan brutal yang dialaminya.

"Kami tidak bisa sampaikan secara detail bagaimana kekerasan itu dilakukan, karena terlalu keji dan tidak manusiawi," ungkap Yonky dalam konferensi pers di Markas Polres Cianjur, Selasa (10/9/2024).

Yonky menjelaskan, tubuh korban mengalami banyak luka akibat pukulan benda tumpul, sayatan, dan luka bakar.

"Luka-lukanya sangat banyak, dan ini sangat sadis. Terlebih lagi, ada anak-anak yang terlibat dalam kasus ini," tambahnya.

Yonky menyatakan, motif pembunuhan di antara anggota kelompok punk di wilayah Cibeber, Cianjur ini dipicu oleh rasa tersinggung dan dendam pelaku terhadap korban.

Para pelaku juga kesal karena korban diduga mencuri uang celengan ayam milik mereka.

"Korban dianiaya secara bersama-sama, dipukul, diinjak, hingga ada luka bakar," jelas Yonky.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, mengungkapkan bahwa pada awalnya, kematian korban dilaporkan sebagai akibat overdosis dan pengeroyokan oleh geng motor.

"Namun, ternyata pelaku pembunuhnya adalah teman-temannya sendiri yang merupakan anak punk jalanan," ungkap Tono.

Untuk menutupi jejak kejahatan mereka, para tersangka membawa jenazah korban ke lokasi yang tidak jauh dari tempat penganiayaan.

"Setelah itu, salah satu pelaku mendatangi rumah orangtua korban dan mengabarkan bahwa korban meninggal akibat dikeroyok geng motor dan overdosis," tambahnya.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved