Studi BMKG: IKN Relatif Aman dari Megathrust tapi Diapit Dua Sesar

Dua sesar yang berada di sekitar IKN relatif kecil, karena tidak terbentuk oleh aktivitas tektonik

kompas.com
Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Balikpapan Rasmid 

TRIBUNJABAR.ID - Meskipun Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, diapit oleh dua sesar, wilayah ini dipastikan relatif aman dari potensi gempa besar akibat megathrust atau pergeseran lempeng tektonik besar.

Dilansir kompas.com, Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, Rasmid, menjelaskan bahwa IKN tidak terancam oleh megathrust.

"Kalau untuk di IKN relatif aman. Ancaman megathrust-nya tidak dekat. Dia jauh ada di utara Pulau Sulawesi. Sementara IKN ada di tengah-tengah Kalimantan, dan itu tidak akan terpengaruh," ujar Rasmid, Kamis (5/9/2024).

Dua sesar yang berada di sekitar IKN relatif kecil, karena tidak terbentuk oleh aktivitas tektonik, melainkan dari aktivitas fluida atau hidrokarbon yang belum dieksplorasi.

"Panjang kedua sesar ini pun tidak terlalu signifikan. Dan itu ditambah lagi IKN telah dibangun di atas standar rata-rata jadi tidak ada masalah sama sekali," tambahnya.

Di sisi lain, wilayah pesisir timur Kalimantan seperti Tarakan, Berau, dan Bontang lebih rentan terhadap megathrust.

Gempa besar di daerah tersebut bisa dipicu oleh sesar Sangkulirang yang merupakan lanjutan dari sesar Palukoro di utara Sulawesi. Sesar ini membentang ratusan kilometer dan memiliki sejarah memicu gempa besar dan tsunami pada 14 Mei 1921.

"Kalau dihitung-hitung potensinya bisa menghasilkan gempa berkekuatan Magnitudo (M) 8,5. Itu lumayan besar juga sehingga ketika ada subduksi atau megathrust itu nendang air yang ada di atasnya, menimbulkan tsunami. Itu yang kami antisipasi di sini," jelas Rasmid.

Selain itu, ada beberapa sesar lain di Kalimantan Timur yang juga diperhatikan, seperti sesar Meratus sepanjang 100-110 kilometer yang membentang dari utara hingga selatan, sesar Mangkalihat sepanjang 100 kilometer, dan sesar Tarakan sepanjang 100 kilometer.

Yang juga perlu dicatat adalah keberadaan sesar purba yang membentang dari Kalimantan Barat hingga Kabupaten Paser di bagian utara, tepatnya di Teluk Adang.

Meskipun sesar Meratus pernah memicu gempa berkekuatan 4,7 Magnitudo di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada 13 Februari 2024, getarannya tidak mencapai wilayah IKN.

Hal ini disebabkan oleh karakteristik bebatuan keras di wilayah IKN, yang membuat gelombang gempa cepat berlalu dan amplitudonya kecil, sehingga tidak menimbulkan dampak signifikan.

Dengan begitu, meskipun IKN diapit dua sesar, wilayah ini tetap dipastikan aman dari ancaman gempa megathrust yang berskala besar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "

Baca juga: Gempa Megathrust Busur Sunda Diprediksi Capai 8 Magnitudo, PVMBG: Bahan Mitigasi Bencana.

"

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved