Kapten Persib Bandung, Kemenkes, Serta Pemprov Jabar dan Takeda Innovative Medicines Ajak Cegah DBD
Beberapa kegaiatan edukasi seputar DBD serta upaya pencegahannya disampaikan dari 6-8 September 2024.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Kemal Setia Permana
Katanya, pemerintah telah menyusun strategi nasional yang komprehensif untuk memerangi penyakit ini, dengan fokus pada penguatan sistem surveilans, pengendalian vektor, dan pemberdayaan masyarakat. Tak hanya itu, melalui strategi nasional pengelolaan dengue 2021-2025, mereka menetapkan target menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat DBD secara berkelanjutan.
"Perlindungan menyeluruh sangat penting, apalagi resiko DBD yang mengancam semua orang tanpa terkecuali. Kampanye #Ayo3MPlusVaksinDBD menjadi bagian terintegrasi dari upaya ini, memberikan edukasi dan solusi preventif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Jadi, kerjasama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kami dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman dari DBD," ucapnya.
Baca juga: Sosok Nyoman Sukena, Pria di Bali Ditahan karena Pelihara Landak Jawa dari Mertua, Didukung Bebas
Dokter spesialis anak, dr Buti A Azhali menambahkan, masih banyak miskonsepsi seputar DBD yang beredar di masyarakat. Sebagian orang yang pernah terinfeksi DBD beranggapan bahwa mereka sudah kebal alias tidak akan terinfeksi lagi. Padahal, karena adanya empat serotipe virus dengue, infeksi DBD bisa berulang, bahkan beresiko lebih parah.
"Memastikan perlindungan yang lebih baik melalui langkah-langkah pencegahan yang tepat sangatlah penting, salah satunya melalui metode vaksinasi. Saat ini, vaksin DBD yang tersedia dapat diberikan kepada kelompok usia 6-45 tahun dan telah direkomendasikan penggunaannya oleh beberapa asosiasi medis, termasuk oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bagi anak usia 6-18 tahun, dan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) bagi usia 19-45 tahun," ucapnya.
Selain itu, untuk mendapatkan perlindungan yang optimal, lanjutnya, vaksinasi harus dilakukan secara lengkap sesuai dosis yang dianjurkan. Namun, untuk mendapatkan perlindungan yang optimal, vaksinasi harus dilakukan secara lengkap sesuai dosis yang dianjurkan.
"Terkait dengan pemberian vaksin secara bersamaan dengan vaksin lain, tentunya masyarakat perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter tentang hal tersebut,” kata dr Buti.
Gelandang sekaligus kapten Persib Bandung, Marc Klok turut hadir dalam kegiatan ini. Dia pun mengaku merasa tenang telah memiliki peace of mind, lantaran telah mendapatkan perlindungan yang optimal dari DBD.
"Saya sudah vaksin DBD lengkap. Awalnya saya tak tahu soal ini, tapi akhirnya setelah mendapatkan informasi akhirnya saya mencoba dan memang fokus pada kesehatan diri dan keluarga. Penting sekali memang bagi saya sebagai atlet untuk vaksin DBD dan tentu masyarakat. Karena, pergi ke mana pun pasti nyamuk ada di mana-mana," kata Klok.(*)
Daftar Pemain Berlabel Timnas di Persib Bandung, Bertambah dengan Kehadiran Thom Haye |
![]() |
---|
Daftar Pemain Termahal Persib Bandung di Super League 2025/2026, Thom Haye Geser Marc Klok |
![]() |
---|
Persib Bidik Kebangkitan Lawan Borneo FC, Bojan Hodak dan Marc Klok Kompak Suarakan Optimisme |
![]() |
---|
Kapten Persib Bandung Masih Marah ke Diri Sendiri karena Penalti Gagal: Itu Salah Saya |
![]() |
---|
Marc Klok Minta Maaf kepada Bobotoh: Akui Rasa Bersalah Usai Gagal Penalti, Janjikan Kemenangan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.