Kapten Persib Bandung, Kemenkes, Serta Pemprov Jabar dan Takeda Innovative Medicines Ajak Cegah DBD

Beberapa kegaiatan edukasi seputar DBD serta upaya pencegahannya disampaikan dari 6-8 September 2024.

Istimewa
Takeda Innovative Medicines bersama Kementerian Kesehatan RI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat hadir dalam kegiatan langkah bersama cegah demam berdarah dengue (DBD) di Mal Paskal 23, Kota Bandung, Sabtu (7/9/2024). 

Katanya, pemerintah telah menyusun strategi nasional yang komprehensif untuk memerangi penyakit ini, dengan fokus pada penguatan sistem surveilans, pengendalian vektor, dan pemberdayaan masyarakat. Tak hanya itu, melalui strategi nasional pengelolaan dengue 2021-2025, mereka menetapkan target menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat DBD secara berkelanjutan.

"Perlindungan menyeluruh sangat penting, apalagi resiko DBD yang mengancam semua orang tanpa terkecuali. Kampanye #Ayo3MPlusVaksinDBD menjadi bagian terintegrasi dari upaya ini, memberikan edukasi dan solusi preventif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Jadi, kerjasama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kami dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman dari DBD," ucapnya.

Baca juga: Sosok Nyoman Sukena, Pria di Bali Ditahan karena Pelihara Landak Jawa dari Mertua, Didukung Bebas

Dokter spesialis anak, dr Buti A Azhali menambahkan, masih banyak miskonsepsi seputar DBD yang beredar di masyarakat. Sebagian orang yang pernah terinfeksi DBD beranggapan bahwa mereka sudah kebal alias tidak akan terinfeksi lagi. Padahal, karena adanya empat serotipe virus dengue, infeksi DBD bisa berulang, bahkan beresiko lebih parah. 

"Memastikan perlindungan yang lebih baik melalui langkah-langkah pencegahan yang tepat sangatlah penting, salah satunya melalui metode vaksinasi. Saat ini, vaksin DBD yang tersedia dapat diberikan kepada kelompok usia 6-45 tahun dan telah direkomendasikan penggunaannya oleh beberapa asosiasi medis, termasuk oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bagi anak usia 6-18 tahun, dan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) bagi usia 19-45 tahun," ucapnya.

Selain itu, untuk mendapatkan perlindungan yang optimal, lanjutnya, vaksinasi harus dilakukan secara lengkap sesuai dosis yang dianjurkan. Namun, untuk mendapatkan perlindungan yang optimal, vaksinasi harus dilakukan secara lengkap sesuai dosis yang dianjurkan. 

"Terkait dengan pemberian vaksin secara bersamaan dengan vaksin lain, tentunya masyarakat perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter tentang hal tersebut,” kata dr Buti.

Gelandang sekaligus kapten Persib Bandung, Marc Klok turut hadir dalam kegiatan ini. Dia pun mengaku merasa tenang telah memiliki peace of mind, lantaran telah mendapatkan perlindungan yang optimal dari DBD

"Saya sudah vaksin DBD lengkap. Awalnya saya tak tahu soal ini, tapi akhirnya setelah mendapatkan informasi akhirnya saya mencoba dan memang fokus pada kesehatan diri dan keluarga. Penting sekali memang bagi saya sebagai atlet untuk vaksin DBD dan tentu masyarakat. Karena, pergi ke mana pun pasti nyamuk ada di mana-mana," kata Klok.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved