Kamis, 23 April 2026

Sosok Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal, Cium Kepala Paus Fransiskus saat Berkunjung

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dikenal sebagai tokoh agama yang progresif. Ia sosok yang mengusulkan dibangunnya "Terowongan Silaturahmi".

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Tangkapan layar Kompas TV
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar yang mencium kepala Paus Fransiskus saat berkunjung pada Kamis (5/9/2024). 

TRIBUNJABAR.ID - Inilah sosok Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar yang mencium kepala Paus Fransiskus saat berkunjung pada Kamis (5/9/2024).

Momen hangat itu tercipta ketika Paus Fransiskus hendak meninggalkan kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta.

Sebelum pergi, Paus Fransiskus sempat mencium tangan Nasaruddin Umar.

Kemudian, Nasaruddin Umar mencium dahi pempimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia tersebut sebanyak dua kali.

Keduanya pun nampak begitu akrab, lalu berpamitan.

Momen tersebut menjadi sorotan di media sosial karena dinilai mencerminkan nilai toleransi antar-umat beragama.

Terlebih, keduanya adalah tokoh agama.

Lantas, siapakah sosok Nasaruddin Umar?

Nasaruddin Umar, imam masjid Istiqlal.
Nasaruddin Umar, imam masjid Istiqlal. ()

Baca juga: Momen Haru Ibu Hamil Diberkati Paus Fransiskus saat Melintas di Gambir, Suaminya Sampai Bergetar

Sosok Nasaruddin Umar

Dilansir dari situs resmi Masjid Istiqlal, pria bernama lengkap Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA adalah tokoh Islam kelahiran Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1959.

Nasaruddin Umar penah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama pada periode 2011-2014.

Sementara, posisi sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal ia tempati sejak 22 Januari 2016, menggantikan Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA.

Nasaruddin menempuh pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Pesantren As'adiyah, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Lulus pada 1976, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Ujung Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan pada 1980-an.

Berhasil menyabet gelar Sarjana Muda pada 1980, empat tahun kemudian, pada 1984, Nasaruddin pun meraih gelar Sarjana Lengkap (Sarjana Teladan) di kampusnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved