Cholil Nafis Buka Suara Soal Surat yang Beredar Terkait Pembatasan Pemakaian Jilbab di RS Medistra
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis buka suara terkait larangan berhijab bagi muslimah di RS Medistra di Jakarta Selatan
TRIBUNJABAR.ID - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis buka suara
terkait larangan berhijab bagi muslimah di RS Medistra di Jakarta Selatan.
Mengenai larangan jilbab ini muncul setelah beredar di media sosial surat protes dokter Diani Kartini atas sikap Rumah Sakit Medistra.
Cholil Nafis memberikan komentarnya di akun X pribadinya atas informasi yang dianggap meresahkan itu.
Menurut dia apa yang dilakukan oleh Rumah Sakit Medistra telah bertentangan dengan apa yang ada di Indonesia.
Baca juga: RS Medistra Jakarta Minta Maaf Setelah Ada Dugaan Tindakan Rasis Berkaitan dengan Hijab
"Rumah Sakit yang masih phobia hijab begini baiknya tak usah buka di Indonesia karena kita sudah merdeka dan dijamin kebebasan utk menjalankan ajaran agamanya masing-masing," tulis Cholif Nafis melalui akun X (twitter) pribadinya.
"Tolong pihak berwenang agar kasus di RS itu diusut ya agar tak menjadi preseden buruk."
Pada cuit yang lain, Cholil Nafis juga menegaskan, bahwa permasalahan tersebut harus diusut tuntas.
"Tidak boleh terjadi di negeri kita yg sudah merdeka dan dijamin untuk kebebasan menjalankan ajaran agamanya. Yang begini harus diusut karena sudah melanggar kebebasan beragama," kata Ketua MUI Cholil Nafis.

Klarifikasi RS Medistra
RS Medistra Jakarta megklarifikasi terkait surat yang dilayangkan Diani Kartini mengenai pembatasan hijab untuk dikenakan oleh dokter dan perawat Muslimah di lingkungan RS.
Direktur RS Medistra Dr. Agung Budisatria, MM, FISQua mengklaim pihaknya terbuka bagi siapa saja yang ingin bekerja di RS Medistra tanpa diskriminasi apapun termasuk bagi pelamar yang mengenakan hijab.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat isu diskriminasi yang dialami oleh salah seorang kandidat tenaga kesehatan dalam proses rekrutmen,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Tribunnews.com, Senin (2/9/2024).
Ia mengatakan, akan melakukan penelusuran untuk mendalami proses rekrutmen yang diungkap oleh dokter Dr. dr. Diani Kartini.

Pihaknya berupaya melakukan proses kontrol ketat terhadap proses rekrutmen ataupun komunikasi, sehingga pesan yang kami sampaikan dapat dipahami dengan baik oleh semua pihak.
“Hal tersebut kini tengah dalam penanganan manajemen. RS Medistra inklusif dan terbuka bagi siapa saja yang mau bekerja sama untuk menghadirkan layanan kesehatan terbaik bagi Masyarakat,” jelas dia.
Surat Protes
Berikut surat protes yang beredar di media sosial terhadap tindakan Rumah Sakit Medistra;
Selamat Siang Para Direksi yang terhormat. Saya Ingin menanyakan terkait persyaratan berpakaian di RS Medistra.
Beberapa waktu lalu, asisten saya dan juga kemarin kerabat saya mendaftar sebagai dokter umum di RS Medistra.
Kebetulan keduanya menggunakan hijab. Ada pertanyaan terakhir di sesi wawancara, menanyakan terkait performance dan RS Medistra merupakan RS internasional, sehingga timbul pertanyaan Apakah bersedia membuka hijab jika diterima.
Saya sangat menyayangkan jika di zaman sekarang masih ada pertanyaan rasis.
Dikatakan RS Medistra berstandar internasional tetapi mengapa masih rasis seperti itu?
Salah satu RS di Jakarta selatan, jauh lebih ramai dari RS Medistra, memperbolehkan semua pegawai baik perawat, dokter umum, spesialis, dan subspesialias menggunakan hijab.
Jika RS Medistra memang RS untuk golongan tertentu, sebaiknya jelas dituliskan saja kalau RS Medistra untuk golongan tertentu sehingga jelas siapa yang bekerja dan datang sebagai pasien.
Sangat disayangkan sekali dalam wawancara timbul pertanyaan yang menurut pendapat saya ada rasis.
Apakah ada standar ganda cara berpakaian untuk perawat, dokter umum, dokter spesialis, dan sub spesialis di RS Medistra?
Terimakasih Atas perhatiannya.
Artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com dengan judul Cholil Nafis Beri Respon Soal Dugaan Larangan Pakai Hijab di RS Meditra: Tak Usah Buka di Indonesia.
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI
Kasus Dugaan KDRT Ustaz EE Mencuat, MUI Jabar Tegaskan Seorang Ustaz Harusnya Menjadi Teladan |
![]() |
---|
MUI Jabar Sayangkan Dugaan KDRT oleh EE, Singgung Ustaz Instan dan Dua Unsur Ini |
![]() |
---|
MUI Garut Libatkan Eks Pengikut Paham Radikal Jadi Petugas Pengibaran Bendera HUT RI |
![]() |
---|
Buka Mukerda MUI 2025, Wabup Sumedang Sebut Spiritual dan Moral Selalu Jadi Fondasi |
![]() |
---|
Geger, Rekening Yayasan Ketua MUI Berisi Saldo Rp300 Juta Diblokir, PPATK Buka Fakta dan Klarifikasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.