Ini Dia Wisudawan Termuda Unisba, Skripsinya Membahas Komunikasi Pengurus Masjid dan Masyarakat
Haliza dinobatkan sebagai wisudawan termuda dengan IPK 3,85 dan meraih predikat pujian setelah lulus pada (12/7/2024).
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pada usia 20 tahun, 10 bulan, dan 11 hari, Haliza Rifdahaya Rurianti dinyatakan lulus sebagai mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Islam Bandung (UNISBA). Ia dikukuhkan dalam acara wisuda yang diadakan di Aula UNISBA pada Minggu (1/9/2024).
Haliza dinobatkan sebagai wisudawan termuda dengan IPK 3,85 dan meraih predikat pujian setelah lulus pada (12/7/2024).
Skripsi yang mengantarkannya meraih gelar sarjana ini berjudul "Hubungan antara Komunikasi Kelompok Pengurus Masjid dengan Minat Masyarakat."
Haliza memulai studinya di UNISBA pada tahun 2020 saat usianya baru 16 tahun. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan lebih cepat karena hanya membutuhkan lima tahun untuk menamatkan sekolah dasar.
“Di SD, saya dulu bisa lulus dalam waktu lima tahun saja. Biasanya yang lulus enam tahun itu karena kurang pintar," ujarnya, Sabtu (31/8/2024).
Meski lebih muda dibandingkan dengan mahasiswa lainnya, Haliza tidak pernah merasa minder karena postur tubuhnya yang sebanding dan kemampuannya berbaur dengan rekan-rekan seangkatannya.
Selama menjadi mahasiswi, Haliza pernah menjadi guru Bahasa Indonesia di sebuah SMP dengan kontrak selama satu tahun dan menjadi sukarelawan di rumah baca.
Setelah menyandang gelar sarjana, Haliza berencana melanjutkan studi magister jika mendapatkan beasiswa, sambil tetap fokus pada dunia kerja.
UNISBA melantik lebih dari 1.700 wisudawan, yang terdiri dari Doktor, Magister, Profesi, dan Sarjana pada gelombang II tahun akademik 2023-2024. Acara ini dilaksanakan di Aula Utama UNISBA dan dibagi dalam empat sesi pelantikan yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (31/8-1/9/2024).
Dua sesi pelantikan diadakan pada hari pertama, dan dua sesi berikutnya pada hari kedua.
Rektor UNISBA, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., menyatakan bahwa lulusan UNISBA dibekali dengan kompetensi unggul dan akhlak mulia.
Menyinggung penggunaan AI seperti Chat GPT yang kini menjadi bagian dari percakapan sehari-hari, Prof. Edi memberikan tips yang mengutip dari Chat GPT untuk lebih bijak dalam menghadapinya. Pertama, jangan cepat puas dengan pengetahuan yang telah diperoleh selama studi.
“Teruslah belajar dan meningkatkan keterampilan, baik dengan mengikuti kursus tambahan, membaca buku, atau melakukan proyek-proyek baru yang menantang,” jelasnya.
Kedua, manfaatkan jaringan alumni dan relasi yang telah Anda bangun selama studi untuk memperkuat karir Anda.
Api Berkobar, Pendemo di Bandung Bakar Pagar Gedung DPRD dan Rumah Aset MPR RI |
![]() |
---|
Ricuh Demo Depan Gedung DPRD Jabar, Ada Ledakan Petasan, Gas Air Mata Terasa hingga Riau Bandung |
![]() |
---|
Unjuk Rasa di Bandung Ricuh, Massa Emosi Bakar Pagar Gedung DPRD Jabar, Api Berkobar |
![]() |
---|
Simulasi Gempa Diprioritaskan di Sekolah Wilayah Padat Penduduk Kota Bandung, DIsdik Beri Alasannya |
![]() |
---|
Jepang Berbagi Praktik Pembelajaran di Bandung lewat Open Lesson di The 4th Practice Asian Exchange |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.