Berita Viral
Viral Modus Penipuan Baru Lewat Kontak Palsu di Alamat Google Maps, Ini Cara Membedakannya
Media sosial tengah dihebohkan dengan modus penipuan baru melalui nomor kontak palsu yang tercantum di Google Maps.
Penulis: Salma Dinda Regina | Editor: Salma Dinda Regina
TRIBUNJABAR.ID - Media sosial tengah dihebohkan dengan modus penipuan baru melalui nomor kontak palsu yang tercantum di Google Maps.
Nomor kontak palsu itu tercantum pada profil kantor pelayanan publik dan bisnis seperti bank, hotel, atau praktik dokter.
Modus penipuan itu pun viral di media sosial, salah satunya diungkap oleh akun media sosial X @selvi***.
Dalam unggahannya, pengunggah mengatakan beberapa lokasi bisnis telah disunting oleh orang tidak bertanggung jawab dengan menambahkan nomor kontak WhatsApp penipu ke kolom alamat.
Terlihat dalam gambar yang diunggah, pelaku akan menuliskan nomor WhatsApp, sehingga alamat kantor maupun bisnis bertambah dengan keterangan "WA 08XX" atau "CS 08XX".
Baca juga: WASPADA Nomor Kontak Palsu Kantor Imigrasi di Laman Google Maps, Berikut Pernyataan Resmi Dirjen
"Hari ini baru sadar bahwa bbrp lokasi bisnis di-edit org lain, alamatnya ditambahkan no WA penipu. Metodenya biar org pesen via WA & trf ke no rek penipu," tulis pengunggah.
Lalu, bagaimana cara mengetahui perbedaanya?
Modus penipuan nomor kontak palsu pada Google Maps
Pakar Teknologi Informasi (TI) dan dosen Ilmu Komputer Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rosihan Ari Yuana menerangkan, siapapun dapat mengubah informasi pada laman bisnis di Google Maps.
"Iya bisa diubah karena di Google Maps ada fitur untuk memberi saran perubahan terhadap informasi bisnisnya," terangnya, saat dihubungi Selasa (13/7/2024) dikutip dari Kompas.com.
Saran perubahan informasi tersebut terutama bisa dilakukan untuk bisnis yang belum pernah diklaim oleh pemiliknya.
Akan tetapi, pada kasus seperti dalam unggahan, pelaku tidak bisa mengubah informasi kontak, melainkan hanya mampu menambahkan nomor ponsel palsu pada kolom alamat.
Sedangkan, nomor kontak resmi dari pemilik yang tercantum dalam kolom berlogo telepon tetap tidak bisa diubah.
"Alamat informasi bisnis memang bisa disarankan publik untuk diubah. Tapi nomor telepon resmi bisnisnya hanya bisa diubah oleh owner (pemilik) sendiri," kata dia.
Rosihan menjelaskan, data yang dihimpun oleh Google Maps berbasis masyarakat, sehingga bisa bebas diedit jika ada koreksi.
Kendati demikian, informasi yang bisa diubah secara bebas hanya mencakup beberapa data, termasuk kolom alamat. Oleh karena itu, untuk membedakan kontak palsu dan asli dari sebuah bisnis, baik kantor pelayanan publik, bank, atau hotel, bisa langsung menyimak pada kolom telepon dan alamat.
| Viral Kontrasnya Sekolah Kusam vs Dapur MBG Baru di Majalengka, Kepsek: Ambil Sisi Positifnya |
|
|---|
| Viral, Sopir Angkot di Cimahi Lempar Uang Usai Mengisi BBM di SPBU, Diduga Kesal Gara-gara Barcode |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Undang Nelayan Heroik Asal Malang yang Viral Selamatkan Hiu Paus |
|
|---|
| Viral Dua Pria di Haurgpugur Bandung Palak Pengendara hingga Pukul Kaca Mobil, Kini Diciduk Polisi |
|
|---|
| Viral Geng Motor Brutal di Cimahi, Hajar Korban di Tengah Jalan hingga Rampas Barang Berharga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ilustrasi-kontak-palsu-di-Google-Maps.jpg)