Berkat UHC, Kini Nani Bisa Mengakses Layanan Kesehatan Tanpa Biaya
BPJS Kesehatan terus upayakan capai cakupan kesehatan semesta atau Universal health Coverage (UHC).
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - BPJS Kesehatan terus upayakan capai cakupan kesehatan semesta atau Universal health Coverage (UHC). Cakupan kesehatan semesta menjamin seluruh masyarakat mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas dan efektif.
Pada bulan Agustus tahun ini, BPJS Kesehatan akan menyelenggarakan acara Universal Health Coverage Award yang akan dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia dan Kepala Daerah seluruh Indonesia yang telah mendapat predikat UHC termasuk Pemerintah Daerah Kota Bandung.
UHC Award ini merupakan suatu bentuk apresiasi BPJS Kesehatan kepada pemerintah daerah yang memiliki komitmen tinggi terhadap kualitas kesehatan masyarakatnya dimana telah mencapai cakupan kepesertaan minimal 95 persen peserta JKN dari total penduduk.
Kota Bandung sendiri telah mencapai berbagai torehan dalam perjalanan UHC yang sudah dilaksanakan berturut-turut selama 7 tahun terakhir.
Berbagai inovasi dan program yang telah dijalankan di Kota Bandung menunjukkan hasil yang sangat positif, dari mulai peningkatan akses layanan kesehatan hingga penurunan angka kesakitan.
Berdasarkan data Kepesertaan BPJS Kesehatan per Agustus 2024, hampir seluruh penduduk ber-KTP Kota Bandung di Indonesia yang mencapai 2,5 juta jiwa sudah menjadi peserta JKN dengan tingkat keaktifan peserta mencapai 80,45% atau sekitar 2 juta jiwa.
Dalam rangka menyambut acara Universal Health Coverage Award, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bandung berkesempatan melakukan kunjungan kepada para peserta JKN yang mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah Kota Bandung salah satunya yakni Nani Rohaeni (46).
Wanita berusia 46 tahun menceritakan pengalamannya selama ini menjadi peserta JKN yang mendapatkan bantuan iuran dari pemerintah daerah.
“Saya terdaftar sebagai peserta JKN sudah 4 tahun terdaftar di segmen PBI ya kalau gasalah itu dibantu sama pemerintah daerah, saat itu situasi saya sedang dalam masa operasi untuk miom,” ucap Nani saat diwawancara di kediamannya (06/08).
Nani mengatakan sebagai salah satu peserta yang didaftarkan dan dibantu iurannya oleh pemerintah daerah, Nani sangat bersyukur karena dengan ia terdaftar sebagai peserta yang mendapatkan bantuan dari pemerintah sangat membantu perekonomiannya yang mana menurutnya biaya untuk operasi miom cukup mahal, apabila Nani tak terdaftar sebagai peserta JKN maka akan sangat memberatkan finansial Nani dan keluarga.
“Alhamdulillah selama menjadi peserta JKN yang dibantu oleh pemerintah atau ya bisa disebut gratis, sejauh ini saya tetap mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari puskesmas bahkan sampai Rumah Sakit. Tidak pernah dipersulit sama sekali dalam administrasi bahkan sampai pelayanan, yang masih cukup lama cuma di mengantre nya saja tapi masih bisa saya maklumi karena memang pasien BPJS saat ini banyak,” tutur Nani.
Lebih lanjut Nani mengatakan bahwa UHC yang saat ini diraih oleh Kota Bandung betul-betul penting dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bandung termasuk dirinya karena dengan begitu Nani bisa mendapatkan pelayanan yang optimal di setiap layanan fasilitas kesehatan yang ada di Kota Bandung baik dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama hingga Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut.
Nani memiliki keinginan dan harapan agar BPJS Kesehatan dan Pemerintah daerah khususnya Kota Bandung dapat terus kompak bersinergi untuk mempertahankan status Kota Bandung yang sudah mendapatkan predikat UHC dan bisa terus ditingkatkan cakupannya agar semua masyarakat Kota Bandung mendapat jaminan kesehatan yang berkualitas.
“Saya berterimakasih sekali atas apa yang sudah dilakukan oleh BPJS Kesehatan dan Pemerintah daerah Kota Bandung yang sudah melakukan upaya untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat, saya sangat terbantu atas semua yang sudah diupayakan,”tutup Nani.
| Kemenkum Jabar Fasilitasi Penataan Transportasi Layanan Kesehatan Kota Bogor Melalui Pra-Harmonisasi |
|
|---|
| Iwan Koswara Dukung Langkah Pemprov Jabar Ambil Alih Iuran Peserta BPJS Warga Miskin |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Ubah Mobil Dinasnya Jadi Mobil Ambulans Layani Kesehatan Masyarakat Keliling Daerah |
|
|---|
| 50 Ribu Lebih Pasien Cuci Darah Meninggal Setiap Tahun, KPCDI Desak Reformasi Sistem Layanan Ginjal |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Berkat-UHC-Kini-Nani-Bisa-Mengakses-Layanan-Kesehatan-Tanpa-Biaya.jpg)