Kamis, 16 April 2026

Wawancara Eksklusif Anggota Dewan Pakar Golkar, Ridwan Hisjam: Airlangga Bikin Kacau

AIRLANGGA Hartarto dituding bikin kacau karena keputusannya mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar.

Editor: Giri
Tribunnews.com
Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra (kanan) saat mewawancarai anggota Dewan Pakar Golkar, Ridwan Hisjam. 

AIRLANGGA Hartarto dituding bikin kacau karena keputusannya mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar.

Airlangga mengumumkan lewat video, bahwa telah meletakkan jabatan sejak Sabtu (10/8/2024).

Anggota Dewan Pakar Golkar, Ridwan Hisjam, mempertanyakan keputusan Airlangga yang baru dilakukan sekarang.

“Setahun yang lalu harusnya mundur. Jadi begitu bener. Kok baru sekarang? Kuncinya paradigma baru Golkar. Jangan separuh-separuh,” kata Ridwan saat podcast di kantor Tribun Network, Jakarta, Senin (12/8/2024).

“Jadi, kalau wani, wani yo. Ojo wani gak wani. Saya enggak usah jelasin contohnya apa. Banyak contoh-contohnya,” ucapnya.

Menurutnya, mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tajung, telah melakukannya menghadapi meskipun tersandra kasus Buloggate. 

Ridwan menyebut Akbar Tanjung berani terus sampai detik terakhir, berani masuk pengadilan lalu Mahkamah Agung hingga dipenjara.

Hasilnya Golkar menang suara Pemilu terbanyak Pemilu 2004.

“Kalau separuh-separuh membulet deh. Membulet iki. Nah ini dia (Airlangga) kena santap sendiri. Dari proses kemandirian Partai Golkar. Paradigma baru Golkar iki, Mas. Tidak asal-asal loh, Mas. Melalui proses meditasi loh, Mas. Jadi ojo wani-wani. Simbol Golkar itu, jujur,” tuturnya.

“Kalau takut dipenjara jangan jadi ketua umum,” ucapnya.

Berikut wawancara Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Ridwan Hisjam:

Pak Ridwan kencang betul bersuara terkait dengan sosok Pak Airlangga Hartarto. Kencangnya tuh kencang negatif. Kenapa ini, Cak Ridwan? 

Ya, kalau saya sih tidak ada masalah dengan Cak Airlangga. Airlangga saya panggil Cak juga karena lahir di Surabaya. Cuma besarnya di Jawa Barat, di Jakarta. 

Bukan masalah pribadi Airlangga, tetapi masalah kepemimpinan di dalam membawa Partai Golkar. Nah, karena saya ini timnya Airlangga. Di Bali 2016, Airlangga cuma dapat 14 suara. Saya ada di Airlangga. Itu, saya sama dia.

Tetapi begitu dia memimpin, saya sangat kecewa. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved