Sabtu, 2 Mei 2026

Pilwalkot Badung 2024

Ronal Surapradja dan Asep Mulyadi Berolahraga dan Makan Kupat Bareng di Kiara Arthapark

Ronal menuturkan bahwa dalam pertemuan santai itu, mereka berdiskusi tentang Bandung.

Tayang:
Penulis: Tiah SM | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
tribun jabar
Ronal dan Asep Olahraga dan Ngupat Tahu bareng, Bahas Kota Bamdung 

Laporan Wartawan TribunJabar.id Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG --- Dua Bakal Calon Wali Kota Bandung, Ronal Surapradja dan Asep Mulyadi, berolahraga bersama dan makan kupat bareng di Kiara Arthapark, Kota Bandung, Minggu (14/7/2024).

Ronal dan Asep menyapa warga secara bersamaan dan berfoto bersama warga dengan penuh keakraban.

Bakal Calon Wali Kota Bandung dari PKS, Asep Mulyadi, menjelaskan bahwa pertemuan dengan Ronal tidak direncanakan sebelumnya. Kebetulan, ia tengah berolahraga di Kiara Arthapark ketika Ronal yang juga sedang berada di sana menghubunginya.

"Pas saya sedang olahraga, saya dihubungi oleh Pak Ronal yang kebetulan juga sedang berolahraga di tempat yang sama, akhirnya kami bertemu," ujar Asep.

Baca juga: Asep Mulyadi Bacawalkot Bandung Ingin Bandung Jadi Kota Ramah Wisatawan, Ini yang Perlu Dilakukan

Ronal menambahkan bahwa dirinya hendak bertolak ke Jakarta pada Minggu (14/7/2024) siang, namun menyempatkan diri untuk berolahraga.

"Ketika sedang olahraga, saya terpikir untuk menghubungi Asep Mulyadi dan ternyata ia sedang berada di Kiara Arthapark, sehingga kami bisa olahraga bersama dan sarapan bersama," ujar Ronal.

Asep mengaku sangat senang bertemu dengan Ronal dan mengapresiasi ketertarikan Ronal dalam membangun Kota Bandung ke depan. Keduanya ngobrol tentang Kota Bandung sambil berjalan kaki dan makan kupat tahu yang dijajakan pedagang kaki lima di sekitar Jalan Banten.

"Yang paling penting adalah persahabatan, dengan mengetahui apa yang menjadi kesukaan, latar belakang, dan konsep kehidupan masing-masing. Dari situ kita bisa merasakan kedekatan," ujar Asep.

Baca juga: Bertemu Jelang Pilwalkot Bandung 2024, Ronal Akui Langsung Jatuh Hati, Erwin Dapatkan Chemistry

"Kami lebih banyak membicarakan bagaimana membangun chemistry dan kami memiliki kesepakatan bahwa Bandung ini kota kita, layak untuk terus disempurnakan," tambahnya.

Asep menyatakan bahwa Bandung sangat identik dengan kota wisata dan kreatif.

"Hari ini saya menikmati berbagai ragam makanan atau kuliner. Makanan di Bandung memiliki potensi yang besar. Di Bandung banyak bakat yang cukup potensial. Menurut saya, kita perlu mencari bibit-bibit yang potensial ke depan. Kemudian, wisata harus diperkuat dan diperbanyak. Meetings, Incentives, Conferences, dan Exhibitions," jelasnya.

Ronal, sementara itu, mengaku sering melihat wajah Asep Mulyadi yang terpampang di billboard atau spanduk sebelum mereka bertemu.

"Wajah Pak Asep sering saya lihat di mana-mana. Sekarang bisa bertemu langsung, alhamdulillah," ungkap bakal calon Wali Kota dari PDI Perjuangan.

Ronal menuturkan bahwa dalam pertemuan santai itu, mereka berdiskusi tentang Bandung.

"Latar belakang kami berbeda, saya banyak berada di Jakarta sebelumnya, tapi kami sepakat bahwa mari kita fokus membenahi Bandung. Intinya, kesamaan utama kami adalah cinta pada kota ini," ujarnya.

Ronal menambahkan bahwa dia sering mengunjungi kota-kota lain di Indonesia atau luar negeri dan banyak kota yang sudah tertata rapi.

"Jika orang lain bisa, mengapa kita tidak bisa? Kita juga bisa melakukannya," katanya.

Ronal mengakui bahwa setiap kota memiliki tatanannya masing-masing, seperti Semarang yang bersih dan tertata, begitu pula dengan Surabaya.

"Jadi, jika ada hal baik yang bisa ditiru, mengapa tidak kita tiru?" terangnya.

"Menurut saya, Bandung terlalu terpaku pada kejayaan masa lalu. Bandung adalah kota kreatif, tetapi kadang-kadang terasa tidak memiliki wadah," kata Ronal.

Ronal menilai bahwa pemerintah harus berdialog dengan kalangan kreatif di Kota Bandung agar Bandung benar-benar menjadi kota kreatif yang hidup.

"Salah satu contohnya, di mana anak band manggung sekarang? Jika ada gedung yang didesain untuk band, betapa indahnya. Kita perlu satu tempat di mana seni budaya bisa tampil," ujarnya.

"Misalnya, di Bali, pertunjukan tari kecak bisa menjadi agenda yang diselenggarakan tiga kali sehari dan menarik banyak pengunjung. Mengapa kita tidak bisa memanfaatkan budaya kita sendiri? Kita memiliki banyak seni dan budaya yang bisa ditampilkan. Misalnya, di satu tempat ada penampilan band pada jam tertentu, di jam lain ada pertunjukan seni budaya, sehingga pengunjung yang datang ke Bandung punya agenda yang jelas," paparnya.

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved