Kamis, 23 April 2026

Daftar Fenomena Langit akan Terjadi di Bulan Juli 2024, Bulan Baru, Thunder Moon hingga Hujan Meteor

Berikut inilah daftar fenomena langit yang akan terjadi di bulan Juli 2024, ada bulan baru, Thunder Moon hingga akan terjadi 2 kali hujan meteor

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
shutterschok
Ilustrasi - Daftar Fenomena Langit akan Terjadi di Bulan Juli 2024, Bulan Baru, Thunder Moon hingga Hujan Meteor 

TRIBUNJABAR.ID - Berikut inilah daftar fenomena langit yang akan terjadi di bulan Juli 2024.

Memasuki bulan ke-7 di tahun 2024, bumi akan kembali dihiasi sejumlag fenomena astronomi.

Fenomena astronomi atau fenomena langit ini adalah kejadian alam yang terjadi di luar angkasa yang bisa diamati dari Bumi.

Dilansir dari Kompas.com, di bulan Juli 2024 terdapat 7 fenomena langit yang akan terjadi.

Selain itu beberapa fenomena langit ini bisa disaksikan langsung dengan mata telanjang maupun dengan bantuan alat.

Seperti munculnya bulan baru, bulan purnama hingga Thunder Moon.

Baca juga: INFOGRAFIS Fenomena Supermoon Akan Muncul Jelang Lebaran, BMKG Minta Warga Waspada Gelombang Tinggi

Ada juga fenomena hujan meteor yang akan terjadi 2 kali secara hampir bersamaan di bulan Juli 2024 ini.

Berikut daftar 7 fenomena langit yang terjadi di bulan Juli 2024, lengkap dengan jadwalnya.
 
1. Konjungsi Bulan dan Mars

Pada awal bulan Juli 2024 terjadi konjungsi Bulan dan Mars.

Konjungsi merupakan fenomena yang terjadi ketika dua atau lebih benda langit tampak bertemu karena posisinya berdekatan dalam garis edar.

Fenomena konjungsi Bulan dan Mars kini terjadi tepat pada 1 Juli 2024.

Mars berada paling dekat dari Bulan pada 1 Juli 2024.

Saat itu Mars akan terlihat berada di dekat Bulan yang hanya diterangi cahaya 28 persen selama beberapa jam sebelum Matahari terbit.

2. Konjungsi Bulan dan Jupiter

Setelah konjungsi dengan Mars, Bulan juga akan konjungsi dengan Jupiter.

Peristiwa konjungsi Bulan dan Jupiter ini diprediksi akan terjadi pada 3 Juli 2024.

Pada saat terjadi, Jupiter akan terlihat sangat terang di dekat Bulan yang hanya diterangi cahaya 7 persen.

Namun fenomena langit ini akan terlihat di langit sebelah timur.

3. Bulan Baru

Berikutnya di bulan Juli 2024 ini juga mulai muncul bulan baru.

Fenomena bulan baru yang dimaksud ini Bulan akan terletak di sisi Bumi yang sama dengan Matahari sehingga tidak akan terlihat di langit malam.

Saat bulan baru terjadi inilah waktu terbaik setiap bulan untuk mengamati objek redup, seperti galaksi dan gugus bintang.

Pasalnya, saat bulan baru terjadi, tidak ada cahaya Bulan yang mengganggu pengamatan langit malam.

Bulan baru ini akan terjadi pada 5 Juli 2024.

4. Bulan purnama ( Thunder Moon)

Bulan Purnama, Fenomena micromoon
Ilustrasi - Bulan Purnama, Fenomena micromoon (Fenomena micromoon.((Viacheslav Lopatin/Shutterstock)))

Pada bulan Juli 2024 ini juga muncul bulan purnama.

Menariknya bulan purnama yang muncul di bulan Juli ini disebut Thunder Moon atau dalam Bahasa Indonesia disebut Bulan Guntur.

Namun perlu diketahui bulan purnama ini disebut Thunder Moon sebagai julukan.

Pada bulan Juli di Amerika, cuaca sedang terjadi badai petir dan sering muncul suara gemuruh.

Karena hal itulah bulan purnama yang muncul bertepatan musim di Amerika tersebut disebut Bulan Guntur atau Thunder Moon.

Baca juga: Mengenal Strawberry Moon Bulan Purnama akan Terjadi di Bulan Juni 2024, Lengkap dengan Asal Usulnya

Selain itu, bulan purnama di bulan Juli ini juga disebut Buck Moon atau Bulan Rusa Jantan.

Julukan tersebut muncul karena muncul dari dahi rusa jantan sekitar waktu ini dalam setahun.

Julukan tersebut disematkan oleh penduduk suku-suku asli Amerika karena mereka meyakini rusa jantan akan mulai menumbuh tanduk baru.

Saat itu terjadi, Bulan akan berada di sisi berlawanan Bumi dengan Matahari.

Ketika bulan purnama terjadi saat iyilah permukaan bulan akan sepenuhnya diterangi cahaya Matahari.

Adapun jadwal bulan purnama di bulan Juli ini akan muncul pada 21 Juli 2024.

5. Elongasi timur maksimum Merkurius

Berikutnya fenomena langit yang akan terjadi di bulan Juli 2024 adalah Elongasi timur maksimum Merkurius.

Elongasi adalah jarak sudut antara pusat planet atau Bulan dengan pusat Matahari dari perspektif pengamatan di Bumi

Merkurius mencapai elongasi timur sebesar 26,9 derajat dari Matahari pada 22 Juli 2024.

Saat elongasi ini terjadi inilah waktu terbaik untuk melihat planet Merkurius.

Pasalnya, planet ini berada pada titik tertinggi di atas cakrawala pada langit malam.

6. Hujan meteor Delta Aquarids

hujan meteor perseid
Ilustrasi hujan meteor (Instagram @nolan.darius)

Pada bulan Juli 2024 ini akan terjadi hujan meteor Delta Aquarids.

Delta Aquarids adalah hujan meteor yang menghasilkan hingga 20 meteor per jam pada puncaknya.

Hujan meteor ini dihasilkan dari puing-puing yang ditinggalkan komen Marsden dan Kracht.

Adapun jadwal hujan meteor Delta Aquarids ini akan berlangsung setiap tahun dari 12 Juli hingga 23 Agustus.

Tahun 2024 ini, puncak hujan meteor Delta Aquarids akan terjadi pada 28 Juli 2924 malam dan 29 Juli 2024 dini hari.

7. Hujan meteor Alpha Capricornids

Ilustrasi hujan meteor
Ilustrasi hujan meteor (shutterschok)

Pada bulan Juli 2024 ini terjadi 2 kali hujan meteor.

Selain Delta Aquarids juga akan terjadi hujan meteor Alpha Capricornids.

Hujan meteor Alpha Capricornids ini berlangsung aktif sejak 7 Juli hingga 15 Agustus.

Adapun puncak hujan meteor Alpha Capricornids akan terjadi setelah hujan Delta Aquarids lebih tepatnya pada 31 Juli 2024.

Nantinya dari fenomena langit hujan meteor Alpha Capricornids akan dihiasi banyak bola api terang yang dihasilkan selama periode aktivitasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved