Jumat, 24 April 2026

Digelar Besok, Transaksi BSI Internasional Expo 2024 Ditargetkan Capai Rp 1 Triliun

BSI International Expo 2024 yang mengangkat tema  “Connecting You to Halal Lifestyle Ecosystem” akan digelar selama 4 hari penuh

|
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
istimewa
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (kanan kedua) bersama Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kanan pertama), Direktur Compliance Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi (kiri kedua) dan SVP Corporate Secretary & Communication BSI Wisnu Sunandar (kiri pertama). Istimewa 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Capaian transaksi BSI International Expo 2024 ditargetkan mencapai Rp 1 triliun. Event ini akan diikuti lebih dari 270 tenant para pelaku usaha halal dalam dan luar negeri, serta potential buyer dari 20 negara. 

“Target transaksi yang diharapkan mencapai Rp1 triliun. Ini akan menjadi dorongan besar bagi pertumbuhan ekonomi halal di Indonesia, mempromosikan literasi dan inklusi ekonomi halal,” ujar Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, dalam keterangan resmi yang diterima Tribunjabar.id, Rabu (19/9/2024). 

Adapun, BSI International Expo 2024 yang mengangkat tema  “Connecting You to Halal Lifestyle Ecosystem” akan digelar selama 4 hari penuh, mulai esok hari Kamis (20/6/2024) hingga Minggu (23/6/2024) di JCC Senayan, Jakarta. 

Hal ini sebagai wujud komitmen BSI untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan menjadikan Indonesia tuan rumah ekonomi syariah di negeri sendiri.

Hery menuturkan, Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah yang sangat menjanjikan, didukung oleh populasi muslim yang sangat besar. 

“Dari lebih 270 populasi negara kita, 85 persennya merupakan muslim. Ini artinya kita memiliki potensi ekonomi syariah yang luar biasa besar,” katanya. 

Kendati demikian, Hery menilai potensi tersebut masih bukan pemain utama ekonomi syariah. 

“Kita masih kalah dengan Malaysia dan Arab Saudi. Kita berharap Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan kelak dapat menjadi pusat industri syariah global,” tutur Hery. 

Menurutnya, potensi besar Indonesia untuk menjadi pemain utama ekonomi syariah dunia ini perlu dimaksimalkan. 

BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, kata Hery, memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi mendorong Indonesia membangun kapasitas dan kapabilitas industri halal.

 “Potensi value chain halal di Indonesia saat ini angkanya sangat besar, yaitu hampir mencapai Rp5.000 triliun. Hal ini semakin mempertegas potensi besar dari ekonomi halal,” kata Hery.

Selain itu, UMKM di Indonesia juga merupakan salah satu sektor yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Koperasi UKM, kontribusi UMKM terhadap PDB nasional mencapai 60,5 persen. 

Ini menunjukkan bahwa UMKM yang ada di Indonesia memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.

 “Kita perlu membangun kapasitas dan kapabilitas untuk industri halal ini, sehingga tidak hanya kita jadi pengguna atau konsumen tapi juga kita jadi produsen sekaligus tuan rumah di negeri kita sendiri,” kata Hery. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved