Selasa, 14 April 2026

Warga di Sekitar Rest Area KM 147A Padaleunyi 'Diserang' Klakson Telolet, Minta Polisi Terus Merazia

Warga yang tinggal di perumahan di dekat Rest Area KM 147A Tol Padaleunyi merasa tak nyaman pada Sabtu (8/6/2024).

|
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Istimewa
Bus-bus parkir di Rest Area KM 147A Tol Padaleunyi yang membunyikan klakson telolet pada Sabtu (8/6/2024) pagi. 

TRIBUNJABAR.ID - Warga yang tinggal di perumahan di dekat Rest Area KM 147A Tol Padaleunyi merasa tak nyaman pada Sabtu (8/6/2024).

Penyebabnya, belasan bus membunyikan klakson telolet tak henti-henti dari sekitar pukul 05.00 WIB hingga hampir pukul 07.00 WIB.

Suara klakson bersahutan. Bukan cuma bus yang parkir di rest area, tapi juga bus yang masih bagian rombongan, tetapi parkir di bahu jalan tol di dekat rest area.

Bus-bus itu memuat rombongan anak-anak dan orang tua dengan tujuan beriwisata ke Garut, berdasarkan spanduk yang terpasang di badan bus.

"Berisik sekali dan sangat mengganggu. Padahal saya yakin mereka tahu di dekat rest area ada perumahan, yang mungkin saja ada penghuninya masih kecil dan orang tua," ucap Sari, warga yang ada di perumahan dekat rest area.

Sari mengatakan, sebenarnya sudah sering mendengar suara klakson telolet dari rest area.

Baca juga: Apa Itu Telolet Basuri yang Dilarang Dibunyikan di Ciamis, Jika Melanggar Bakal Dilarang Melintas

"Tapi yang hari ini sungguh meresahkan karena bersahutan tak henti-henti hampir dua jam. Kalau sekali dua kali, masih okelah," ucapnya.

Atas kejadian ini, dia minta polisi kembali merazia klakson telolet yang nyatanya masih terpasang di banyak bus.

"Selain itu, ke depan, saya harap kepada pihak rest area mau menegur kalau ada sopir yang membunyikannya dalam durasi yang lama. Tentu ini demi kenyamanan bersama," ucapnya.

Baca juga: Klakson Telolet Bakal Dilarang, Berpotensi Rusak Sistem Pengereman hingga Bisa Memicu Rem Blong

Baca juga: Disdik Sumedang Imbau Orang Tua Pantau Anak Klakson Telolet, Sangat Membahayakan"

Bukan cuma Sari yang tinggal di perumahan dekat rest area, ketidaknyamanan juga dirasakan Rahman yang berada di Ranca Oray. Rumahnya berjarak beberapa kilometer dari rest area.

"Istri saya ngomel-ngomel karena suaranya memang tidak nyaman di telinga. Saya mendukung klakson telolet dirazia terus seperti dulu," ucapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved