Ridwan Kamil Merinding Melihat Ribuan Warga Berdatangan dan Mengirimkan Doa di Haul 2 Tahun Eril

Ribuan warga memadati Masjid Al Muntadz menghadiri haul dua tahun Emmeril Kahn Mumtadz, Minggu (26/5/2024).

Penulis: Tiah SM | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Tiah SM
Ridwan Kamil dan orang-orang yang datang untuk mendoakan Eril di Masjid Al Mumtadz di Ciamung, Kabupaten Bandung, Minggu (26/5/2024). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ribuan warga memadati Masjid Al Muntadz menghadiri haul dua tahun Emmeril Kahn Mumtadz, Minggu (26/5/2024).

Emmeril, atau lebih dikenal dengan nama Eril, putra pertama Ridwan Kamil, masih dikenang warga, terbukti orang-orang berdatangan untuk mendoakan di makam Eril walau lokasinya berada di Cimaung, Kabupaten Bandung.

Tak hanya warga dan kerabat, para pejabat juga hadir, di antaranya penjabat Bupati Majalengka Dedi Sopandi, mantan bupati Bandung Dadang Naser, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Andri Darusman.

Terlihat juga dua bakal calon wali kota Bandung, Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi dan Dandan Reza Wardhana.

Ridwan Kamil dan Atalia Praratya sempat meneteskan air mata ketika tayangan video kegiatan Eril dan terakhir berenang masuk ke Sungai Aare, Bern, Swiss, 26 Mei 2022.

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, merasa terharu dan merinding melihat warga berdatangan dan mengirimkan doa buat Eril.

"Orang yang datang ke makam Eril dalam setahun ada 120 ribu orang, artinya sebulan 10.000. Al Fatihah dikirim buat Eril. Sebagai orang tua saya bangga memiliki anak soleh," ujar Emil.

Emil berharap suatu hari Eril bukanlah merupakan nama dari seorang manusia, tapi sebuah kata sifat sehingga ketika mendengar kata Eril yang dikenang adalah kebaikan.

Sebagai seorang ayah, Emil mengingat sosok Eril sebagai seorang yang menjadi inspirasi kaula muda.

Emil memgatakan, pada zaman sekarang, anak-anak muda banyak yang menyombongkan harta orang tuanya, banyak yang pamer harta orang tuanya.

Eril, kata Emil, malah mengajarkan kebaikan, kesederhanaan, dan kebaikan.

"Dari Eril kita belajar bahwa melakukan kebaikan tidak harus menunggu tua. Untuk bersedekah tidak harus menunggu kaya. Bisa dilakukan dan dimulai sejak sekarang," ujarnya.

Seusai acara, para peziarah dijamin makan perkedel kesukaan almarhum Eril.

Sonny Salimi beralasan ikut hadir karena menghormati dan rasa peduli kepada mantan gubernur Ridwan Kamil dan Atalia Praratya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved