Banyak Kecelakaan dan Kurang Rambu, Flyover Ciroyom Ditutup Sementara, Kadishub: Belum Diresmikan
Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan kota Bandung pun sudah menyetop kendaraan yang melintas ke flyover Ciroyom.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kota Bandung untuk sementara harus menunda menggunakan fasilitas flyover Ciroyom.
Hal ini karena flyover yang baru saja selesai dibandung ini ditutup sementara menyusul banyaknya kejadian kecelakaan di flyover tersebut
Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan kota Bandung pun sudah menyetop kendaraan yang melintas ke flyover Ciroyom.
Hal ini pun sudah dikonfirmasi oleh Plt Kepala Dishub Kota Bandung, Asep Kuswara.
"Iya itu kan (flyover) dibangun oleh DJKA dan belum serah terima ke pemkot Bandung. Besok, baru mau dirapatkan soal masalah ini," kata Asep Kuswara saat dikonfirmasi, Senin (20/5/2024).
Asep berharap pengguna jalan yang hendak melintas ke flyover Ciroyom untuk bersabar sampai flyover tersebut diresmikan.
Rencananya Selasa ini, kata Asep, baru akan dirapatkan dari Balai Kereta Api Kelas 1.
Asep menyebutkan, begitu pun soal rambu-rambu atau marka jalan yang masih minim, hal itu masih tanggung jawab DJKA.
"Karena memang belum diserahterimakan ke kami," katanya.
Banyak Terjadi Kecelakaan
Warga kelurahan Ciroyom sejak kemarin melakukan penutupan flyover Ciroyom.
Penutupan itu disebut-sebut karena seringnya kecelakaan yang terjadi di wilayah itu.
Barier Dishub kota Bandung pun terpantau telah menutup jalan menuju flyover tersebut.
Ketua RW kelurahan Ciroyom, Susilo, menyampaikan bahwa flyover Ciroyom ditutup lantaran dirasa belum layak dilintasi kendaraan. baik roda dua maupun empat.
Menurutnya, masih banyak kekurangan, misal rambu-rambu lalu lintas.
"Kalau terjadi kecelakaan lalu lintas kan yang bertanggung jawab siapa? Jadi, kami coba tutup saja apalagi ini kan belum diresmikan. Apalagi, sering terjadi kecelakaan itu di titik tikungan flyover," katanya, Senin (20/5/2024).
Dia menyebut, setelah ditutup akan ada pertemuan atau audiens yang melibatkan pemerintah dan instansi terkait bersama warga untuk membahas permasalahan flyover Ciroyom.
"Kami jelas menuntut kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Intinya, tuntutan kami itu bukan masalah nominal, tapi ketertiban dan keamanan untuk pengguna jalan khususnya warga RW 8, banyak anak kecil, tidak tahu anak kecil keluar dari gang atau langsung ke sini (flyover Ciroyom) main-main kan,” ujarnya.
Dia berharap, pemerintah bisa segera memasang marka jalan dan rambu-rambu lalulintas di sepanjang flyover Ciroyom.
“Harapan kami itu ada marka jalan, jadi mana yang masuk sini, mana yang keluar itu ada petunjuk jalan. Kalau petunjuk jalan sudah ada dan ada yang melanggar itu pelanggaran,” katanya. (*)
| Progres BRT Bandung: Dishub Siapkan Relokasi PKL ke 11 Terminal Tipe C, Pembangunan Fisik 11 Persen |
|
|---|
| Buntut Diterjang Longsor, Curug Malela di Rongga KBB Masih Ditutup, Belum Aman Bagi Wisatawan |
|
|---|
| Delapan Lokasi Halte On Corridor BRT di Bandung Sudah Disurvei, Pembangunan Segera Direalisasikan |
|
|---|
| Longsor Robohkan Warung dan Tutup Akses Jalan, Curug Malela di Bandung Barat Ditutup Sementara |
|
|---|
| Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Gedung Sate-Gasibu Dipastikan Berbasis Kajian dari Konsultan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Flyover-Ciroyom-di-Kelurahan-Ciroyom-11111.jpg)