Jemaah Haji Jabar di Mekkah Ditempatkan di Jarwal, Terdekat Ke Masjidil Haram

Jemaah haji asal Jawa Barat rencananya akan menempati pemondokan di kawasan Jarwal di Kota Mekkah

istimewa
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Ajam Mustajam dan Pj Gubernur Jabar memantau Asrama Haji Indramayu, Jumat (3/5/2024). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jemaah haji asal Jawa Barat rencananya akan menempati pemondokan di kawasan Jarwal di Kota Mekkah, dengan jarak sekitar 1-2 kilometer saja dari Masjidil Haram. Sedangkan saat di Mina, jemaah haji Jawa Barat pun akan menempati tenda di kawasan Muaisim, jauh lebih dekat dengan jamarat dibandingkan lokasi tahun lalu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Ajam Mustajam, mengatakan berdasarkan informasi terakhir, jemaah haji asal Jawa Barat akan menempati pemondokan di kawasan Jarwal di Mekkah, barat laut Masjidil Haram. Kawasan ini memiliki akses terdekat ke bangunan perluasan Masjidil Haram.

Diketahui, pada tahun lalu jemaah haji asal Jabar ditempatkan di Mahbas Jin, kawasan yang berjarak sekitar 2 km dari Masjidil Haram. Antara Mahbas Jin dengan Masjidil Haram hanya dipisahkan oleh terowongan.

Baca juga: Jamaah Haji Bandung Akan Berangkat dari Kertajati, Bey Machmudin Pastikan Asrama Haji Indramayu Siap

Mahbas Jin pun adalah kawasan terdekat ke Masjidil Haram, jika dibandingkan pemondokan jamaah dari provinsi lainnya.

"Rencana insya Allah akan ditempatkan di Jarwal. Bukan, di Mahbas Jin lagi. Kalau dari sisi jarak memang agak dekat dengan Masjidil Haram, tapi konturnya beda dengan Mahbas Jin. Kalau ke Jarwal agak menanjak," kata Ajam seusai meninjau Asrama Haji Indramayu bersama Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin, Jumat (3/5/2024).

Dari kawasan Jarwal ke Masjidil Haram atau sebaliknya, katanya Ajam, jemaah haji bisa menggunakan bus salawat yang disediakan gratis oleh pemerintah, menggunakan bus bersama jemaah negara lain, atau menggunakan Makkah Bus termasuk untuk ke tujuan lainnya di Kota Mekkah.

"Di Jarwal sama, pakai bus. Kalau jemaah haji yang sudah tahu, semua fasilitas yang sudah ada di Mekkah, semua bisa digunakan dan free tanpa bayaran," kata Ajam.

Ia mengatakan dengan Makkah Bus, jemaah bisa bepergian dengan memperhatikan rute-rute yang sudah ditentukan, layaknya Bus Trans Jakarta atau rute bus di Bandung Raya. 

Makkah Bus di antaranya bisa digunakan untuk melakukan miqat umrah di Masjid Jaronah atau Tan'im. Juga untuk bepergian ke berbagai titik di Kota Mekkah lainnya termasuk rumah sakit, tempat bersejarah, dan pusat perbelanjaan.

Untuk di Mina, kata Ajam, jemaah haji asal Jawa Barat tahun ini ditempatkan di kawasan Muaisim.

Jaraknya dengan jamarat sekitar 3,5 km atau 7 km pulang-pergi ke tenda. 

Hal ini sangat melegakan karena tahun lalu, jemaah haji Jabar ditempatkan di Mina Jaddid yang berbatasan dengan Muzdalifah dengan jarak 7 km ke jamarat atau perjalanan 14 km pulang-pergi ke tenda.

"Di Arafah masih sama. Di Mina mudah-mudahan dekat, karena tidak di Mina Jaddid lagi. Yaitu di Muaisim. Jarak pulang-pergi sekitar 7 kilometer. Tapi kita tahu kan, di sana walau jamarat sudah terlihat kalau jalan kaki, tetap jalannya memutar. Kunci menghilangkan rasa lelah dan capai adalah kesabaran dan keikhlasan," katanya.

Untuk embarkasi dan debarkasi, ia bersama Pj Gubernur Jabar sudah memastikan kesiapan Asrama Haji Bekasi dan Bandara Soekarno Hatta, serta Asrama Haji Indramayu dan Bandara Kertajati.

Pemberangkatan kloter pertama Embarkasi Bekasi (JKS) dari Bandara Soekarno Hatta adalah pada 12 Mei 2024.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved