Kisah Relawan SAR MTA Pangandaran, Sering Tinggalkan Usaha Kuliner, Tapi Rezeki Datang Tiba-tiba
Iwan Irawan (50) anggota SAR MTA di Kabupaten Pangandaran Jabar menceritakan kehidupannya sebagai seorang relawan.
Penulis: Padna | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Iwan Irawan (50) anggota SAR MTA di Kabupaten Pangandaran Jabar menceritakan kehidupannya sebagai seorang relawan.
Pria yang memiliki dua anak ini, ikhlas meluangkan waktunya untuk kegiatan kemanusiaan. Di samping itu, juga harus mencukupi kebutuhan pokok keluarganya.
Bergabung menjadi seorang relawan di SAR MTA, awalnya Iwan mengenal sebuah yayasan majelis tafsir Alquran tempat mengaji.
Baca juga: Setelah 5 Hari Pencarian, TNI AL dan Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Pangandaran
"Tahun 2016 saya pertama bergabung di yayasan majelis tafsir Alquran," ujar Iwan kepada Tribunjabar.id di sela-sela aktivitasnya berjualan bubur ayam bakar di kawasan wisata Pangandaran, Kamis (2/5/2024) pagi.
Kemudian, lanjutnya, di yayasan tersebut ternyata ada sebuah misi dakwah melalui kegiatan - kegiatan kemanusiaan.
"Maka, di tahun 2016 saya ikut diklat SAR MTA di Solo dan setelah mengikuti diklat ada beberapa aktivitas kemanusiaan yang saya ikuti," katanya.
Beberapa kegiatan besar yang dikuti untuk operasi SAR di antaranya, kejadian longsor di Brebes dan Tsunami di Banten.
Baca juga: Pencarian Korban Longsor Cipongkor Bandung Dihentikan oleh Tim SAR, 2 Korban Belum Ditemukan
Iwan mengaku tertarik menjadi relawan SAR MTA karena ingin bermanfaat bagi sesama manusia. Satu hasil mengaji di majelis tafsir Alquran yaitu sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia.
"Maka, latar belakang mempunyai keahlian di bidang SAR ataupun diklat SAR MTA sendiri, itu menjadi sebuah rasa kecanduan untuk terus menerus menolong orang lain. Sehingga diri ini manfaat bagi orang banyak," ucap Iwan.
Menurutnya, di relawan SAR MTA itu tidak ada honor yang mungkin dianggap sepadan untuk menghidupi keluarga.
"Karena, kita relawan muncul berawal dari rasa kemanusiaan itu sendiri. Tapi, alhamdulilah dalam kegiatan relawan dengan niat ikhlas ternyata banyak rezeki yang kita dapat."
"Baik itu dari segi pertemanan ataupun hal-hal yang bersifat bisnis pun kita alhamdulilah banyak relasi," ujarnya.
Kegiatan - kegiatan yang dilakukan, ia bersyukur ada saja rezeki sehingga bisa ikut kerelawanan meskipun tidak digaji.
Untuk menghidupi keluarga, Iwan mengaku sempat mencari pekerjaan dan beralih alih kerja hingga kini mendirikan sebuah usaha.
| "Tolak Saja, Jangan Takut!" Disdikpora Pangandaran Minta Sekolah Tolak Menu MBG Tak Layak dan Lapor |
|
|---|
| Retribusi Wisata Pangandaran Baru Rp 9 Miliar Lebih, Pemkab Optimistis Melampaui Target |
|
|---|
| Volume Sampah di Pantai Pangandaran Meningkat 35 Persen Selama Libur Lebaran 2026 |
|
|---|
| PPPK Paruh Waktu Pangandaran Aman dari Pemangkasan Belanja Pegawai, Simak Penjelasan BKPSDM |
|
|---|
| Pangandaran Juara Libur Lebaran 2026: Tingkat Hunian Kamar Hotel Tembus Angka 95 Persen |
|
|---|
