Senin, 13 April 2026

Kisah Relawan SAR MTA Pangandaran, Sering Tinggalkan Usaha Kuliner, Tapi Rezeki Datang Tiba-tiba

Iwan Irawan (50) anggota SAR MTA di Kabupaten Pangandaran Jabar menceritakan kehidupannya sebagai seorang relawan.

Penulis: Padna | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Padna
Iwan Irawan Relawan SAR MTA Pangandaran 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Iwan Irawan (50) anggota SAR MTA di Kabupaten Pangandaran Jabar menceritakan kehidupannya sebagai seorang relawan.

Pria yang memiliki dua anak ini, ikhlas meluangkan waktunya untuk kegiatan kemanusiaan. Di samping itu, juga harus mencukupi kebutuhan pokok keluarganya.

Bergabung menjadi seorang relawan di SAR MTA, awalnya Iwan mengenal sebuah yayasan majelis tafsir Alquran tempat mengaji.

Baca juga: Setelah 5 Hari Pencarian, TNI AL dan Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Pangandaran

"Tahun 2016 saya pertama bergabung di yayasan majelis tafsir Alquran," ujar Iwan kepada Tribunjabar.id di sela-sela aktivitasnya berjualan bubur ayam bakar di kawasan wisata Pangandaran, Kamis (2/5/2024) pagi.

Kemudian, lanjutnya, di yayasan tersebut ternyata ada sebuah misi dakwah melalui kegiatan - kegiatan kemanusiaan.

"Maka, di tahun 2016 saya ikut diklat SAR MTA di Solo dan setelah mengikuti diklat ada beberapa aktivitas kemanusiaan yang saya ikuti," katanya.

Beberapa kegiatan besar yang dikuti untuk operasi SAR di antaranya, kejadian longsor di Brebes dan Tsunami di Banten.

Baca juga: Pencarian Korban Longsor Cipongkor Bandung Dihentikan oleh Tim SAR, 2 Korban Belum Ditemukan

Iwan mengaku tertarik menjadi relawan SAR MTA karena ingin bermanfaat bagi sesama manusia. Satu hasil mengaji di majelis tafsir Alquran yaitu sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia.

"Maka, latar belakang mempunyai keahlian di bidang SAR ataupun diklat SAR MTA sendiri, itu menjadi sebuah rasa kecanduan untuk terus menerus menolong orang lain. Sehingga diri ini manfaat bagi orang banyak," ucap Iwan.

Menurutnya, di relawan SAR MTA itu tidak ada honor yang mungkin dianggap sepadan untuk menghidupi keluarga.

"Karena, kita relawan muncul berawal dari rasa kemanusiaan itu sendiri. Tapi, alhamdulilah dalam kegiatan relawan dengan niat ikhlas ternyata banyak rezeki yang kita dapat."

"Baik itu dari segi pertemanan ataupun hal-hal yang bersifat bisnis pun kita alhamdulilah banyak relasi," ujarnya.

Kegiatan - kegiatan yang dilakukan, ia bersyukur ada saja rezeki sehingga bisa ikut kerelawanan meskipun tidak digaji.

Untuk menghidupi keluarga, Iwan mengaku sempat mencari pekerjaan dan beralih alih kerja hingga kini mendirikan sebuah usaha.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved