Rabu, 15 April 2026

Puting Beliung di Kabupaten Bandung

BPBD Tangani Dampak Angin Puting Beliung di Cimaung dan Pergerakan Tanah di Purwakarta

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jabar Ika Mardiah mengatakan BPBD Jabar bergerak cepat.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Januar Pribadi Hamel
istimewa
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Ika Mardiah, 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jabar Ika Mardiah mengatakan BPBD Jabar bergerak cepat menangani dampak bencana angin puting beliung di Cimaung, Kabupaten Bandung, dan pergerakan tanah di Kabupaten Purwakarta.

Diketahui, angin puting beliung terjadi pada Rabu (24/4) malam sekitar pukul 20.39 WIB di Kampung Tinggar Jaya Hilir dan Jalan Raya Pangalengan, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.

"Bencana angin itu merusak sedikitnya 30 rumah rusak berat dan 35 rumah rusak ringan. BPBD Provinsi Jabar berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung untuk melalukan asesmen di lokasi bencana," katanya melalui siaran digital, Kamis (25/4/2024).

Baca juga: BREAKING NEWS, Angin Puting Beliung Terjang Cimaung Kabupaten Bandung, Puluhan Rumah Rusak

Di Purwakarta, BPBD Kabupaten Purwakarta menerima laporan pergerakan tanah pada Rabu (24/4) di Kampung Cirangkong, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, yang terjadi pada Jumat (19/4), pekan lalu.

Pergerakan tanah terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi di lokasi kejadian. Akibatnya, 4 rumah dilaporkan mengalami rusak ringan, 2 rumah rusak sedang ,dan 2 lainnya rusak berat.

Selain itu, akses jalan Desa Cirangkong ke Desa Panyindangan terputus tidak bisa dilalui kendaraan. BPBD Jabar telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Purwakarta melakukan asesmen melalui peninjauan langsung ke tempat lokasi bencana.

"Pihak BPBD Jabar berkoordinasi pula dengan aparat desa, kecamatan setempat dan instansi terkait untuk menurunkan alat berat. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada karena pergerakan tanah masih ada potensi meluas," katanya. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved