Minggu, 26 April 2026

Melihat TPST Santiong di Cimahi, Bisa Kurangi Produksi Sampah Hingga 50 Ton Per Hari 

Di TPST Santiong, sampah diolah dan dicacah menggunakan mesin hingga akhirnya menghasilkan olahan Refuse Derrived Fuel (RDF) atau pelet sampah.

Istimewa
Pekerja TPST Santiong Cimahi sedang mengoperasikan mesin RDF. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi saat ini memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Santiong di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara yang bisa mengurangi produksi sampah.

Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin mengatakan, dengan beroperasinya TPST Santiong ini, bisa mengurangi ketergantungan membuang sampah ke TPA Sarimukti karena diterapkan pengolahan berbasis siklus ekonomi.

"Hal ini ditandai dengan pengiriman hasil olahan bahan energi RDF ke PT Indocement di Bogor. Kita apresiasi kehadiran TPST Santiong ini, mudah-mudahan jadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Jabar," ujarnya saat meninjau TPST Santiong, Senin (22/4/2024).

Selain mengurangi volume sampah di Cimahi atau beban TPA Sarimukti yang over kapasitas, RDF juga menyentuh isu konservasi sumber daya alam, reduksi emisi gas rumah kaca, pengurangan polusi, dan energi alternatif pengganti fosil.

Namun pembakaran RDF ini masih dapat menghasilkan emisi dan polusi udara, sehingga Pemprov Jabar terus berupaya mencari solusi penanganan sampah agar tak berdampak negatif terhadap lingkungan.

"Iya (ada emisi) tapi minimal ini sudah ada solusi. Jadi tetap kita harus mengolah sampah dari hulu yakni rumah tangga masing-masing," kata Bey.

Pj Wali Kota Cimahi Dicky Saromi, mengatakan TPST Santiong memiliki kapasitas pengolahan sampah 50 ton per hari, namun pada tahap awal akan dicoba 30 ton per hari karena berkaitan dengan penyesuaian kerja mesin dan pekerjanya masih belajar.

"Kalau TPST Santiong sudah maksimal menyerap sampah 50 per hari, maka akan signifikan mengurangi sampah di Cimahi yang jumlahnya mencapai 226 ton per hari," ucap Dicky.

Selain itu, pihaknya juga akan mempertimbangkan penyerapan hasil RDF untuk beberapa industri di Kota Cimahi agar kapasitas dan penyerapan hasil pengolahan bisa seimbang.

"Kalau yang kita kirim ke Indocement baru 16 ton. Nanti kita upayakan RDF dari masuk juga ke industri di Kota Cimahi," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved