Jumat, 24 April 2026

Sentuhan Siti Muntamah ke Perempuan Tangguh Cimahi

Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Siti Muntamah menemui puluhan perempuan tangguh yang tergabung dalam Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA)

Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
SITI MUNTAMAH - Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah gelar edukasi dan berbagi beras di Padasuka, Kota Cimahi dalam balutan Citra Bhakti DPRD Jabar. 

Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Siti Muntamah menemui puluhan perempuan tangguh yang tergabung dalam Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Kota Cimahi

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Siti Muntamah menemui puluhan perempuan tangguh yang tergabung dalam Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Kota Cimahi, Kamis (23/4/2026).

Dalam pertemuan dalam balutan Citra Bhakti DPRD itu, Siti Muntamah memberikan sentuhan edukatif, motivasi, hingga berbagi pengalaman kepada perempuan-perempuan tangguh yang saat ini mengemban status sebagai kepala keluarga.

"Kita mencoba untuk memberikan perhatian kepada Pekka, saya melihat sangat positif, tidak hanya bertemu dan berbagi beras, tapi juga ajang edukasi sekaligus memberi bukti bahwa pemerintah dalam hal ini DPRD Jabar bertemu lansung dengan masyarkat," kata Siti Muntamah.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar itu mengungkakan, perempuan kepala keluarga merupakan kelompok yang rentan.

Kehadiran dan sentuhan pemerintah sangat diperlukan agar peran ganda yang saat ini diemban dapat dijalankan dengan baik.

Diketahui, Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) adalah perempuan yang mengambil peran tunggal sebagai pencari nafkah utama, pengelola rumah tangga, dan pengambil keputusan, sering kali disebabkan oleh perceraian, kematian pasangan, atau pasangan yang tidak mampu bekerja. 

"Ini sekaligus peringatan di hari Kartini, kedua Pekka itu jarang mendapatkan akses, kecuali yang sudah masuk dalam desil, tadi saya sampaikan informasi-informasi kepada mereka, baik yang umum maupun yang strategis. Ada soal SPMB, ada informasi soal perkuliahan dimana bisa mengikuti KIP, dan bila menemui kesulitan bisa menemui kami," ungkapnya.

Hal lain yang didorong Siti Muntamah adalah terkait situasi global yang berdampak kepada ketidakpastian ekonomi.

Ketahanan pangan menjadi hal dasar yang ditekankan Siti kepada perempuan tangguh yang hadir.

"Ketiga, mengingatkan untuk hidup lebih hemat dan mandiri, melihat situasi hari ini. Saya dorong untuk melakukan ketahanan pangan berbasih rumah, yang sederhana. Soal pilah sampah untuk kompos juga tadi disampaikan," kata Siti.

Siti Muntamah menambahkan, kehadiran perempuan-perempuan tangguh cenderung mengalami peningkatan seiring meningkatnya data perceraian dan kematian di Jawa Barat.

Kehadiran pemerintah menjadi hal yang mutlak agar kelompok rentan tersebut tidak berdampak kepada munculnya permasalahan permasalah baru.

"Makanya pemberdayaan perempuan menjadi jawaban yang bisa meringankan, hanya program pemberdayaan perempuan ini sangat terbatas, masih kepada keterampilan, askes modal, serta skill," tandasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved