Rabu, 15 April 2026

Tempat Kuliner di Bandung

Mengenal UMKM Havilla Tea, Kenalkan Tea Blend Hingga Luar Negeri, Ada Kelas Khusus Edukasi Soal Teh

kini banyak jenis dan inovasi teh, seperti teh hijau, teh putih, hingga teh dengan campuran bunga-bunga herbal lain, salah satunya adalah Havilla Tea

|
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Darajat Arianto
Dokumentasi
Havilla Tea yang mengadakan kelas teh. Havilla Tea hadir dengan tea blending atau racikan teh dengan berbagai bahan lainnya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Budaya minum teh telah ada sejak lama.

Bahkan di Jawa Barat hamparan kebun teh pun banyak ditemukan sehingga tak heran orang Bandung senang minum teh dan biasanya dinikmati kapan saja.

Jika biasanya teh hanya disajikan dalam bentuk air teh hitam dengan rasa agak pekat, kini justru semakin berkembang.

Teh yang biasanya dikenal hanya teh hitam saja, ternyata kini banyak jenis dan inovasinya, seperti adanya teh hijau, teh putih, hingga teh dengan campuran bunga-bunga herbal lainnya.

Teh jenis seperti ini pun kini hadir di berbagai restoran dan coffee shop yang ada di Bandung.

Baca juga: Teabumi, Kedai Kafe Khusus Hadirkan Artisan Tea di Bandung

Salah satunya adalah Havilla Tea yang merupakan pioner bergerak di special tea dan premium tea.

Havilla Tea dibangun oleh Neysa Valeria dan Ajeng Respati sejak 2014 yang sama-sama senang akan teh.

"Nesya cinta dan besar dengan teh, dia juga nggak bisa minum kopi. Saya juga penikmat teh dan ketika di luar negeri ada macam-macam jenis teh, sedangkan di Indoneisa kok nggak ada," ujar Ajeng, Rabu (17/4/2024).

Ajeng menceritakan dalam membangun bisnis Havilla Tea ini tentunya tidak asal meracik sembarangan.

Nesya sebelumnya mendapat kesempatan sekolah magister di Melbourne dan mengambil sertifikasi teh.

Meskipun Jawa Barat memiliki hamparan kebun teh yang luas, Ajeng justru merasa kesulitan untuk bisa mendapatkan teh dengan kualitas premium.

"Kalau cari teh premium ke supermarket ada, tapi brand asing, nggak ada brand lokal," ucapnya.

Ajeng melihat sebagai warga Indonesia, penikmat teh hustru tidak memiliki akses untuk menikmati teh premium.

Baca juga: Saya Diundang, Saya Datang Minum Teh Jokowi Malam Mingguan dengan Ketua PSI di Braga Bandung

Berbeda halnya dengan negara lain yang tidak punya kebun teh tetapi apresiasi terhadap teh justru tinggi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved