Mudik Lebaran 2024

Waspadai Jalur Mudik Bandung-Tasikmalaya via Salawu Singaparna, Polisi: Rawan Bencana Alam

Jalur Salawu Singaparna ini juga diketahui merupakan jalur alternatif menuju Priangan Timur jika Jalur Gentong mengalami kepadatan kendaraan

Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Priangan/ Aldi M Perdana
Pantauan arus lalu lintas Jalur Mudik Salawu Singaparna masih tampak lengang. 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNJABAR.ID, KABUPATEN TASIKMALAYA - Terdapat 2 jalur mudik yang diketahui melintasi wilayah Kabupaten Tasikmalaya, yakni jalur Gentong di sebelah utara dan Jalur Salawu Singaparna di sebelah selatan.

Jalur Gentong cukup dikenal oleh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari arah Kota Bandung menuju Priangan Timur—yang terdiri dari Kabupaten-Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran—serta Jawa Tengah.

Sedangkan, Jalur Salawu Singaparna merupakan akses yang terlebih dahulu melintasi pusat perkotaan Kabupaten Garut, sehingga jalur lintasannya akan memasuki Kecamatan Salawu terlebih dahulu saat memasuki Kabupaten Tasikmalaya.

Pantauan di lapangan, kepadatan arus lalu lintas mudik di Jalur Salawu Singaparna belum terlihat signifikan, tidak seperti halnya yang terjadi di Jalur Gentong. Sejumlah kendaraan masih berlalu-lalang seperti biasa.

Baca juga: Daftar Korban Kecelakaan Maut Adu Banteng di Jalur Mudik Limbangan Garut, Sopir Truk Tewas di Tempat

Jalur Salawu Singaparna ini juga diketahui merupakan jalur alternatif menuju Priangan Timur jika Jalur Gentong mengalami kepadatan kendaraan yang cukup panjang.

Akan tetapi, KBO Satlantas Polres Tasikmalaya, Ipda Indra mengatakan, bahwa Jalur Salawu Singaparna rawan bencana alam, khususnya longsor.

"Terutama pada saat cuaca hujan ya. Oleh sebab itu, saat ini kami dari Satlantas Polres Tasikmalaya sudah melaksanakan imbauan-imbauan," ucapnya, Kamis (4/4/2024).

Imbauan yang dimaksud, yakni imbauan secara verbal maupun secara fisik berupa banner-banner di titik-titik rawan longsor tersebut.

"Tentu banner-banner itu supaya para pemudik serta para pengguna jalan dapat mengetahui titik-titik rawan longsor, baik untuk arus mudik maupun arus balik," jelas Indra.

Untuk antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan pada Jalur Salawu Singaparna tersebut, pihaknya telah menyiagakan sejumlah personel di Pos Pengamanan Tapal Kuda.

"Di sana juga nanti ada tim gabungan dari BPBD dan Tagana Kabupaten Tasikmalaya," pungkasnya. (*)

Baca juga: 13 Jalur Mudik Rawan Kecelakaan di Wilayah Jawa Barat, Lengkap Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2024

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved