Bandung Kota dengan Kasus DBD Tertinggi, Kemenkes Tegaskan Tak Ada Hubungannya dengan Wolbachia

karakteristik nyamuk Aedes aegypti di daerah yang telah disebarkan maupun belum disebarkan nyamuk ber-wolbachia tetap sama. 

Editor: Ravianto
istimewa
Maxi Rein Rondonuwu tegaskan tidak ada hubungan antara penyebaran nyamuk ber-wolbachia dengan tingkat keganasan nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah. 

VCAG merupakan badan yang bertugas memberikan nasihat dan panduan terkait pengendalian vektor atau penyebaran penyakit oleh vektor tertentu seperti nyamuk.

Meski telah menyebar nyamuk ber-wolbachia, Maxi mengimbau masyarakat untuk melengkapi upaya pencegahan dengan menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus.

Langkah tersebut dapat dilakukan dengan menguras tempat penampungan air, lalu menutup tempat-tempat penampungan air. 

Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

Wolbachia Ditolak di Ujungberung Bandung

Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Nyamuk berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar, Senin (18/12).

Mereka memprotes pemerintah karena telah menyebarkan nyamuk wolbachia di Kota Bandung.

Para pengunjuk rasa beranggapan, alih-alih mengantisipasi penyebaran demam berdarah dengue (DBD) penyebaran nyamuk wolbachia ini sudah meresahkan masyarakat.

Mereka meminta Menteri Kesehatan RI menangkap kembali nyamuk-nyamuk wolbachia yang sudah disebar tersebut untuk kemudian diisolasi di rumah Menteri Kesehatan RI saja.

Ketua Majelis Adat Sunda, Ari Mulia Subagja, mengatakan aksi ini diikuti sejumlah komunitas seperti Majelis Adat Sunda, Southland, Tentara Langit, dan sejumlah masyarakat Ujungberung.

"Kita harus menolak penyebaran nyamuk wolbachia," tegas Ari. "Demi kemaslahatan bersama!" 

Ari mengatakan, aksi yang mereka lakukan ini adalah aksi damai.

"Mestinya program ini tidak dilakukan, karena tetap yang menjadi bahan percobaan adalah masyarakat," ujarnya. 

Ari mengatakan, nyamuk wolbachia sebelumnya juga pernah disebar di Singapura oleh pemerintah setempat.

"Memang, awalnya DBD berkurang. Namun setelah empat tahun, kasus DBD malah naik hingga 200 persen. Belum lagi dampak ekologi alam yang terganggu," katanya Ari.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved