Berita Viral

"Pak Saya Takut" Pesan Terakhir dr Dwi Fatimah Yen ke Ayahnya, Dibuntuti Orang sebelum Kecelakaan

dr Dwi Fatimah Yen, dokter kecantikan yang tewas karena kecelakaan di Jambi setelah dikejar warga sempat mengirimkan pesan terakhir pada ayahnya.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Istimewa, Tribunjambi.com
dr Dwi Fatimah Yen, dokter kecantikan yang tewas karena kecelakaan di Jambi setelah dikejar warga sempat mengirimkan pesan terakhir pada ayahnya. 

TRIBUNJABAR.ID - dr Dwi Fatimah Yen, dokter kecantikan yang tewas karena kecelakaan di Jambi setelah dikejar warga sempat mengirimkan pesan terakhir pada ayahnya.

Kasus kecelakaan tunggal dr Dwi Fatimah Yen menyita perhatian masyarakat, karena dirinya sempat dikejar warga karena dituduh maling.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi Kecamatan Mestong, kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Jumat (29/3/2024).

Dwi Fatimah lantas menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (30/3/2024).

Tetapi, pengakuan pihak keluarga berbeda dengan kronologi yang dibagikan oleh pihak kepolisian.

Baca juga: Sosok Dokter Dwi Fatimah Yen, Dokter di Jambi Tewas Kecelakaan, Dikejar Warga Dituduh Maling

Sepupu korban, dr Edwin, menceritakan bahwa dr Dwi Fatimah Yen sempat menelepon ayahnya sebelum kecelakaan.

"Pak saya takut, saya dibuntuti orang," kata Erwin menirukan ucapan Dwi kepada ayahnya, yang didengarnya dari ayah korban, dikutip dari TribunJambi, Minggu (31/3/2024).

"Bapaknya menyuruh Dwi untuk bergegas ngebut agar terhindar dari orang tersebut," kata Erwin menerima informasi dari bapak korban yang ditelpon korban saat kejadian.

Setelah ngebut, Dwi diteriaki oleh tiga orang tersebut dengan sebutan maling sambil berteriak dan mengejar Dwi.

Tak lama dikejar, ada polisi di wilayah tersebut juga ikut mengejar karena mendengar teriakan maling dari tiga orang itu.

Sosok dr Dwi Fatimah Yen (29), dokter kecantikan yang mengalami kecelakaan tunggal di Jambi karena dituduh maling oleh warga.
Sosok dr Dwi Fatimah Yen (29), dokter kecantikan yang mengalami kecelakaan tunggal di Jambi karena dituduh maling oleh warga. (Istimewa)

"Korban ini orangnya cemasan, gugup. Semakin dikejar oleh warga dan ada aparat juga, Dwi semakin ngebut, semakin tidak terkendali lagi. Singkat cerita terjadi kecelakaan di Sekernan Muaro Jambi," ujar Erwin, yang merupakan dosen Fakultas Hukum Unja.

Atas peristiwa ini, ayah korban, Pasiman pun menuntut keadilan kepada pihak kepolisian.

"Saya minta pihak berwajib mengusut tuntas dari adanya orang yang meneriaki maling hingga yang membuat anaknya celaka hingga mengalami kecelakaan," tegasnya.

Menurutnya, mobil yang digunakan tersebut bukanlah mobil curian seperti yang dituduhkan.

Mobil tersebut merupakan mobil pribadi milik mereka.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved