Ramadhan 2024

Niat dan Tata Cara Itikaf di Masjid 10 Hari Terakhir Ramadhan 2024, Hidupkan Malam Lailatul Qadar

Simak bacaan niat dan tata cara itikaf di masjid pada 10 hari terakhir Ramadhan 2024 untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Islam.com via Bangka Pos
Ilustrasi itikaf di masjid pada 10 hari terakhir Ramadhan 2024 untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar. 

TRIBUNJABAR.ID - Simak bacaan niat dan tata cara itikaf di masjid pada 10 hari terakhir Ramadhan 2024 untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar.

Saat ini, bulan suci Ramadhan 2024 sudah memasuki 10 hari terakhirnya.

Bagi umat Islam, 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini merupakan hari-hari yang istimewa.

Salah satu keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan ini yaitu adanya malam Lailatul Qadar atau malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Malam Lailatul Qadar jatuh pada hari-hari ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan.

Baca juga: Tanda-tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar, Lengkap dengan Keutamaan dan Amalan yang Bisa Dikerjakan

Artinya, pada Ramadhan 2024 ini, malam Lailatul Qadar 31 Maret, 2, 4, 6, dan 8 April 2024 malam setelah Magrib.

Salah satu amalan yang bisa dilakukan ini yaitu dengan beritikaf di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bacaan Niat Itikaf

Berikut adalah bacaan niat itikaf di masjid:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى

Nawaitu an'itikafa fi hadzal masjidi lillahi ta'ala.

Artinya: Aku berniat itikaf di masjid ini karena Allah taala.

Tata Cara Itikaf

Berikut tata cara itikaf selengkapnya:

1. Membaca niat iktikaf di masjid

2. Membaca dzikir

3. Bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW

4. Membaca Al-Quran

5. Salat sunnah

Baca juga: 10 Bacaan Doa Lailatul Qadar Bisa Diamalkan di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Lengkap dengan Artinya

6. Sedikit makan, minum, dan tidur agar lebih khusyuk

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

Anda bisa merasakan datangnya malam lailatul qadar dengan tanda-tanda sebagai berikut:

1. Udara yang tenang dan sejuk

Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda:

"Lailatul Qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah."

2. Matahari terbit dengan teduh

Ciri-ciri malam lailatul qadar adalah cahaya mentari teduh, cerah tak bersinar kuat keesokannya.

Hal ini berdasarkan dari hadis Ubay bin Ka'ab radliyallahu'anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

"Keesokan hari malam Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan."

Bacaan Doa Malam lailatul Qadar

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku."

Bacaan doa Lailatul Qadar ini diambil dari riwayat hadis Aisyah Radhiyallahu 'anha

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Aisyah berkata, "Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?"

Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Berdoalah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku)."

(HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini sahih)

Baca berita Tribunjabar.id lainnya di Google News.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved